Moskow, Gontornews — Pemerintah Belarusia memastikan bahwa negaranya menjadi pihak asing pertama penguji coba vaksin virus Covid-19 buatan Rusia. Pernyatan ini disampaikan Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, tidak lama setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putinย di Moskow, Senin (24/8).
Lukashenko menambahkan bahwa pihaknya mengajukan pengujian klinis vaksin Covid-19 asal Rusia secara sukarela.
Sementara itu, pejabat tinggi Rusia mengonfirmasi bahwa vaksinasi masal Covid-19 di Belarusia akan dimulai paling cepat Oktober mendatang. Sejauh ini, putri Presiden Vladimir Putin menjadi sosok sukarelawan awal yang menggunakan vaksin Covid-19 milik Rusia tersebut.
Sebagaimana diketahui, Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin Covid-19 pada Selasa (11/8). Lembaga riset Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology yang menginisiasi penelitian vaksin Covid-19 di Rusia itu.
Jurubicara Gamaleya, Alexander Gintzburg mengatakan vaksin ini berasal dari adenovirus yang mengandung partikel Covid-19 mati. Meski demikian, Gintzburg mengingatkan bahwa obat ini bisa memicu kenaikan suhu karena bersifat pemicu respon imun yang dianggap tubuh sebagai zat asing.
Meski demikian, tidak sedikit peneliti mempertanyakan efektivitas dan kemanjuran vaksin Covid-19 buatan Rusia tersebut. Pasalnya, belum ada uji klinis yang membuktikan kemanjuran vaksin bernama Sputnik-V.
โPerlindungan yang kurang lengkap dapat memberikan tekanan seleksi yang mendorong virus terhindar dari antibodi yang ada. Akibatnya, virus dapat menghindari semua respon terhadap vaksin,โ ungkap Pakar Vaksin asal Reading University Inggris, Ian Jones, sebagaimana dilansir Reuters.
โDalam hal ini, pemberian vaksin bisa jadi lebih memperburuk keadaan ketimbang tanpa vaksin,โ tambah Jones.
Jones menjelaskan Rusia membutuhkan setidaknya uji coba berskala besar yang melibatkan 40.000 orang. [Mohamad Deny Irawan]


















