Jerusalem, Gontornews — Polisi Israel pada hari Jumat menangkap 10 warga Palestina dalam bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsha, Yerusalem. Sembilan orang terluka ketika pengunjuk rasa melemparkan batu dan petugas menembakkan peluru karet, kata polisi dan petugas medis dirilis Arabnews.com.
Sekitar 1.000 orang berkumpul di kompleks itu setelah shalat Jumat. Mereka meneriakkan “Takbir” dan mengibarkan bendera Palestina. Beberapa demonstran melemparkan batu ke arah polisi, yang menggerebek lokasi tersebut, kata seorang wartawan.
Konfrontasi itu terjadi setelah warga Palestina memprotes kaum nasionalis Yahudi yang berbaris melalui Yerusalem Timur yang dicaplok Israel pada Selasa, meneriakkan penghinaan terhadap Islam.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan sembilan orang terluka, termasuk tiga dirawat di rumah sakit dengan luka-luka akibat pemukulan, peluru karet dan bom kejut.
“Sejumlah pemuda melemparkan batu ke arah petugas keamanan,” kata polisi dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan sepuluh tersangka ditangkap.
Sehari sebelumnya, polisi mengatakan mereka menangkap delapan orang yang berdemonstrasi di Gerbang Damaskus, sebuah pintu masuk ke Kota Tua Yerusalem, tempat pawai nasionalis Yahudi berkumpul.
Juga pada hari Jumat, orang-orang Palestina memprotes di dekat Nablus di Tepi Barat yang diduduki menentang perluasan pemukiman Yahudi di tanah desa Beita. Bulan Sabit Merah mengatakan 47 orang terluka ketika pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan peluru karet.
Kompleks Al-Aqsha yang terletak di Yerusalem Timur dicaplok Israel pada tahun 1967 dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional. []





















