London, Gontornews — Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (UNCHR) telah menuntut diakhirinya serangan Houthi yang didukung Iran di Marib, Yaman, dan mengkritik serangan rudal dan pesawat tak berawak lintas batas Houthi di Arab Saudi.
“Kami sangat prihatin dengan dampak berkelanjutan dari pertempuran terhadap warga sipil dan penargetan objek sipil di Provinsi Marib, Yaman,” kata juru bicara UNCHR Liz Throssell dalam briefing hak asasi manusia pada hari Jumat (18/6) sebagaimana dirilis Arabnews.com.
Dia menyoroti serangan rudal dan pesawat tak berawak baru-baru ini di sebuah kompleks, yang menampung infrastruktur sipil dan sebuah masjid. Serangan itu menewaskan delapan orang dan melukai 30 lainnya. Ambulans juga menjadi sasaran serangan.
Throssell juga menyebutkan kekejaman Houthi lainnya di Marib—serangan rudal 5 Juni di sebuah pompa bensin—yang menewaskan 21 orang, termasuk dua anak di bawah usia 13 tahun.
“Korban pembunuhan sewenang-wenang, termasuk dalam kejahatan perang, dan pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban,” kata Throssell.
“Kami menyerukan semua pihak yang terlibat konflik untuk menghormati hukum humaniter internasional. Dilarang menargetkan warga sipil dan objek sipil dan infrastruktur, serta memegang prinsip-prinsip proporsionalitas dan tindakan pencegahan dalam serangan.”
Perwakilan PBB juga membahas serangan berkelanjutan Houthi di negara tetangga Arab Saudi.
“Serangan lintas batas oleh Ansar Allah (Houthi) ke wilayah Arab Saudi juga terus berlanjut,” kata Throssell.
“Sampai saat ini, sejak Januari, Ansar Allah telah meluncurkan sekitar 128 serangan drone dan 31 rudal balistik ke Arab Saudi. Mereka telah menyerang fasilitas militer, infrastruktur sipil, termasuk bandara sipil dan fasilitas industri.” []






















