Yerusalem, Gontornews — Seorang yang belum diketahui identitasnya tewas sesaat setelah menyerang seorang penjaga keamanan Israel di dekat pintu masuk kompleks Al Aqsa, Yerussalem Timur, Ahad (18/3).
Dikutip laman Aljazeera, televisi Channel 10 mengabarkan bahwa ditemukan dokumen identitas Turki di tubuh orang yang menyerang tersebut. Laki-laki tersebut tewas setelah ditembak mati oleh tentara Israel yang mengetahui kejadian tersebut.
Sementara itu, penjaga keamanan Israel yang ditusuk dalam keadaan kritis dan dibawa ke rumah sakit.
Dua hari sebelumnya, sebuah serangan mobil mematikan juga terjadi dan menewaskan dua tentara Israel di Tepi Barat. Dikabarkan, supir mobil tersebut ditangkap oleh pasukan keamanan Israel dan dilukai setelah ia mencoba melarikan diri dari tempat kejadian.
Konfrontasi antara warga Palestina dan pasukan Israel terjadi di beberapa tempat di Tepi Barat akhir pekan ini.
Hal tersebut terjadi untuk memperingati 100 hari kemarahan Rakyat Palestina karena deklarasi Presiden AS Donald Trump tentang Yerusalem sebagai ibukota Israel dan pengumuman tentang rencana pemindahan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Pemimpin Palestina tetap mempertahankan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina masa depan dalam sebuah kesepakatan dengan Israel, sementara Israel menganggap seluruh Yerusalem menjadi bagian dari wilayahnya.
Akibat demonstrasi tersebut sedikitnya 27 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar ditembak dan tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel. [Devi Lusianawati]




















