Jakarta, Gontornews — Pelatihan Jurnalistik Aksi Literasi buah kerjasama Pondok Pesantren Darunnajah dan Majalah Gontor terselenggara dengan apik selama tiga hari berturut-turut mulai Jumat hingga Ahad 18-20 Oktober 2024 di pondok setempat.
Menghadirkan sejumlah narasumber yakni Ustadzah Edithya Miranti, Ustadz M Deny Irawan, dan Ustadz Khaerul Muttaqin, kegiatan itu pun sengaja digelar untuk menggaungkan semangat membaca para santri, memahami bacaan, menulis, dan kemudian menyebarkan ilmu yang dituliskan. Pembukaan pelatihan jurnalistik tersebut terasa semakin meriah dengan kehadiran puluhan santriwan dan santriwati yang memenuhi undangan, serta sosok Pimpinan Pondok, KH Hadiyanto Arief SH MBs yang turut memberikan sambutan.
Kepada Gontornews.com, dalam sambutannya, pada Jumat pagi (18/10/2024) di Ponpes Darunnajah Jakarta, KH Hadiyanto Arief menjelaskan bahwa sejatinya para santri Ponpes Darunnajah sejak duduk di bangku kelas empat Tarbiyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (TMI) atau setara Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah sudah diwajibkan untuk membuat autobiografi, lalu di kelas lima TMI wajib membuat sinopsis buku, dan selanjutnya di kelas enam TMI diwajibkan membuat karya ilmiah. Semua itu bertujuan untuk mendidik anak-anak agar semangat menyelami dunia membaca, memahami bacaan, dan kemudian menyentuh ranah tulis menulis.
Tujuan akhir dari semua pendidikan literasi tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah karya. Karya yang bisa terus dinikmati umat dan ilmunya menjadi sedekah jariyah meskipun si penulis telah meninggal dunia.
Kegiatan Pelatihan Jurnalistik ini mengusung beberapa tema menarik yang berbeda setiap harinya. Pada hari pertama, Edithya Miranti memaparkan seminar bertema, “Dasar-dasar Jurnalistik”. Hari kedua, Khaerul Muttaqin mengusung topik, “Pentingnya Berita Islami dalam Kehidupan Sehari-hari”. Hari terakhir, Ahad (20/10/2024) Deni Irawan mengangkat judul, “Jurnalisme Santri”.
Selain kegiatan Aksi Literasi bersama santri di atas, tim penjualan Majalah Gontor juga turut membuka stand penjualan buku-buku ilmiah dan Islami yang bisa dinikmati banyak kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Semoga kegiatan tersebut bisa menambah kecintaan para santri dalam menyelami dunia literasi. [Edithya Miranti]






















