Jakarta, Gontornews–Akhirnya, setelah dua tahun melakukan kajian riset, tim penulis buku sejarah Trimurti yang semuanya adalah Angkatan 2000 LaViola berhasil meluncurkan buku sejarah Trimurti. Peluncuran buku Trimurti diselenggarakn di Café Kosagon, Jakarta pada Sabtu, 20 Agustus 2016.
Pimpinan Umum Majalah Gontor dalam sambutannya mengatakan, bahwa ini sejarah baru bagi Pondok Gontor karena buku yang bercerita tentang Trimurti yang disajikan secara lengkap dan melalui riset belum pernah ada.
Menurut Emnis, selama ini orang banyak mengenal Pondok Gontor, tapi belum banyak yang mengenal sosok para pendiri Pondok Gontor, Trimurti. Setelah dua tahun melakukan kajian, akhirnya buku sejarah Trimurti bias diterbitkan. “Ini menjadi terobosan baru untuk lebih mengenal pendiri pondok Gontor,” ungkapnya.
Emnis berharap kepada para penulis agar siap untuk menerima kritik dari para pembaca, sebab bisacara tentang sejarah pasti akan berbeda pandangan dari mana sudut yang dilihat. “Kalau ada yang mengkritisi atas kekurangan harus diterima dengan baik sebagi masukan,” imbuhnya.
“Kita berharap, buku yang ditulis melalui riset ini menjadi buku best seller, saya juga berharap jika nantinya dari buku ini ketokohan Trimurti bias diangkt di layar lebar,” harapnya.
Buku sejarah Trimurti ini merupakan buku serial sejarah pendiri Pondok Gontor rencananya akan dibuat empat seri (Tetralogi). Untuk serial kedua, ketiga dan keempat rencananya akan diselesaikan secara bertahap selama 10 tahun hingga peringatan satu abad Gontor.
Buku ini juga telah disetujui Panitia peringatan 90 Tahun Gontor untuk dibedah di kampus Gontor pada acara bedah buku karya alumni Gontor yang juga jadi rangkaian agenda peringatan 90 tahun Gontor.
Buku sejarah Trimurti ini adalah karya Tim Penulis dari alumni Gontor angkatan tahun 2000 (Laviola) yang kemudian diberi nama Tim Etifaq Production.
Tim terdiri dari 17 orang diketuai, Munif Attamimi, Danie Harianto dan David Rusdianto. Penulis buku terdiri dari tiga orang; Wiyanto Suud, Khoirul Imam dan Muhammad Husein Sanusi.
Sementara tim supporting penulisan buku antara lain; Fauzi Iriyanto, Lutfi Arya, Salman Budi Setiawan, Ahmad Taufan Soedirjo, Ahmad Rubai, Idrus Fahrudin, Yuniar al Hakim, Imam Suhada, Ilham Ahidin, Pane dan Mukhlis Rivani.
Biaya percetakan buku berasal dari sumbangan urunan anggota Laviola 2000. Buku ini adalah buku wakaf dimana royalti penulisnya akan diserahkan ke Gontor. Buku dijadwalkan akan dijual buat kalangan umum di 120 toko buku di seluruh Indonesia.[Fathur/DJ]




















