California, Gontornews — Gubernur California, Gavin Newsom, mengatakan pihaknya tengah memantau lebih dari 8.400 orang yang tiba dengan penerbangan komersial. Langkah ini dilakukan guna mencegah masuknya virus korona di negara bagian Amerika Serikat tersebut.
Newsom mengatakan Pusat Pengendalian dan Pencagahan Penyakit Amerika Serikat akan memberlakukan pembaharuan protokol pengujian akan diberlakukan dalam beberapa hari mendatang.
“Tidak mengherankan bahwa kita telah melihat wabah ini dapat terjadi di seluruh dunia,” kata Profesor Epidemiologi dari University of California, Dr Jeffrey Klausner.
“Kami tahu, virus ini mudah menyebar,” tambah Klausner sebagaimana dilansir Reuters.
Sementara itu, petugas kesehatan masyarakat California, Sonia Angell, meminta penyidik kesehatan lokal agar mengisolasi individu yang diduga terpapar virus korona.
Pernyataan Angell merujuk pada Solano Country, rumah Pangkalan Angkatan Udara Travis di California yang dijadikan pusat karantina warga AS dari Wuhan, Cina.
“Seharusnya, ia terkena virus korona dari orang lain. Kita tahu bahwa orang yang terinfeksi di bawa ke lokasi isolasi atau karantina,” ujar Klausner.
Pihak perguruan tinggi University of California Davis mengatakan tidak ada seorang pun mahasiswa yang terindikasi positif virus korona. Tetapi, mereka melakukan langkah-langkah demi mencegah penyebaran virus korona.
Saat ini, UC telah melakukan karantina terhadap tiga mahasiswa yang diduga menunjukkan gejala virus korona. Pengujian virus telah dilakukan dan hasilnya belum dikonfirmasi.
Protokol CDC menyerukan pengujian terhadap individu yang mengalami demam, penyakit pernapasan, memiliki riwayat perjalanan atau kontak dengan pasien virus korona.
“Kasus dari kemarin memberi CDC banyak pertimbangan untuk merevisi protokol-protokol itu sehingga lebih banyak orang yang akan dijui,” pungkas Direktur Badan Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan California, Mark Ghaly. [Mohamad Deny Irawan]





















