pesanan-majalah-edisi-khusus
30 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 7 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Cara Bijak Menyikapi Musibah

Dr M Sarbini MHI, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat HASMI

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
5 May 2021
in Wawancara
0
Foto: hasmi.org

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Musibah dengan beragam bentuknya kembali menimpa Indonesia. Pandemi Covid-19 belum juga usai ditangani, musibah lain sudah datang lagi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 657 bencana yang terjadi dari Januari hingga 1 Maret 2021. Bencana alam ini didominasi dengan banjir, diikuti puting beliung dan tanah longsor.

Menyikapi banyaknya musibah yang terjadi belakangan ini, Wartawan Majalah Gontor, Muhammad Khaerul Muttaqien, berkesempatan mewawancarai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat HASMI (Himpunan Ahlussunnah untuk Masyarakat Islami) Dr M Sarbini MHI. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana Anda menyikapi musibah yang terjadi belakangan ini?

Mari kita mengingat firman Allah SWT yang dalam QS Al-‘Alaq menjelaskan tentang karakter manusia yang sesungguhnya. Innal insaana layathghaa, ar raโ€™aahus taghnaa. Artinya, “Sesungguhnya manusia itu sungguh melampaui batas. Apabila melihat dirinya serba cukup.โ€ Salah satunya kebanggaan yang berlebihan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat manusia lupa atas kekuasaan Allah. Semuanya dianggap bisa dipecahkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara agama dianggap sebagai bagian kecil, bukan sebagai yang utama, maka di situlah Allah SWT mengingatkan kita melalui musibah agar kita kembali. Bagi orang-orang yang beriman akan kembali ke jalan Allah.

BACA JUGA

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan ย 

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramahย Lingkungan

Mari kita merenungkan firman Allah SWT dalam QS Al-A’raf: 168, wa qaththa’naahum fil ardhi umamaa min humush shaalihuuna wa minhum duuna dzaalik wa balaunaahum bil hasanaati was sayyiaati la’allahum yarji’uun. “Dan kami pecah mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan, di antaranya ada orang-orang yang shalih dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”

Apa yang menyebabkan musibah terjadi?

Setidaknya ada tiga penyebab mengapa musibah terjadi. Pertama, karena melanggar hukum-hukum syariah, baik secara individu maupun kolektif. Melanggar hukum-hukum syariah ini merupakan induk musibah. Dalam QS Asy-Syura: 30 Allah berfirman yang artinya, “Dan musibah apa pun yang menimpa kalian disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” Dalam menafsirkan ayat ini Imam Ahmad meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah bersabda apabila dosa-dosa hamba sudah banyak dan tidak ada lagi yang bisa menghapus dosa itu kecuali Allah akan memberikan ujian padanya dengan duka cita agar bisa menghapus dosa yang banyak tersebut.

Kedua, melanggar hukum Allah di alam semesta. Misalnya, penggundulan hutan, penambangan yang tidak memperhatikan Amdal merupakan bagian dari pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah di alam semesta yang bisa menyebabkan bencana terjadi. Ketiga, muthlaqul qudrah. Mutlak atas kehendak Allah ini merupakan peringatan dari Allah SWT yang kapan saja bisa diberikan kepada hamba-Nya.

Apa saja macam-macam musibah yang bisa terjadi dalam kehidupan manusia?

Menurut Alquran dan hadis ada empat jenis musibah. Pertama, musibah yang menimpa manusia dan alam semesta. Seperti topan yang pernah ditimpakan kepada kaum Nuh. Longsor besar yang pernah ditimpakan kepada kaum Nabi Luth. Binatang-binatang melata yang menghancurkan kaum Fir’aun. Kedua, musibah yang menimpa manusia. Seperti musibah yang menimpa kaum Nabi Syu’aib. Ketiga, musibah-musibah yang menimpa perorangan. Seperti musibah yang menimpa Qarun. Kematian juga merupakan bagian dari musibah yang menimpa perorangan. Keempat, musibah ruhani yang menimpa masyarakat maupun perorangan. Siapa saja yang berpaling dari tuntunan Allah akan mendapatkan kehidupan yang sangat sempit dan tidak tenteram.

ย Apakah musibah ini teguran atau bahkan adzab?

Musibah ini disebut teguran atau adzab itu dilihat dari sikap kita dalam menerimanya dan situasi apa yang menjadi penyebab terjadinya musibah. Allah telah berfirman dalam QS Al-Fajr: 15-16 yang artinya, “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: โ€œTuhanku telah memuliakankuโ€. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: โ€œTuhanku menghinakankuโ€œ. Sikap kita dalam menyikapi musibah yang menimpa kita tergantung pada bagaimana prinsip kita, apa yang kita sikapi dan lakukan. Sehingga kalau prinsip kita bersyukur atau bersabar dalam menerima musibah yang terjadi pada diri kita atau di sekeliling kita maka itu disebut teguran. Namun jika musibah itu dihadapinya dengan melanggar maka itu disebut adzab.

Bagaimana membedakan antara musibah dan adzab?

Jika musibah terjadi di tengah umat Islam yang memiliki komitmen terhadap agamanya ataupun terjadi di tengah-tengah umat manusia yang tidak melakukan kezaliman ataupun maksiat atau hidup sebagaimana biasanya atau hidup tenteram, damai, tidak melakukan kezaliman maka ini disebutnya teguran. Namun jika musibah itu terjadi di tengah kaum kafirin atau para pembangkang dan pelaku-pelaku kemaksiatan ini disebut adzab. Jadi siapa yang menerima musibah ini apakah individu-individu Muslim yang memiliki komitmen terhadap Islam atau manusia-manusia biasa yang hidup normal dalam artian tidak zalim ataupun tidak melakukan kemaksiatan manusiawi, maka ini teguran dari Allah agar mereka bertambah kebaikannya dan mau merenungkan apa yang terjadi pada diri mereka. Sedangkan jika terjadi di tengah kafirin atau para pembangkang, para pelaku maksiat yang penuh kesombongan, maka ini disebut adzab untuk merasakan betapa pedihnya adzab di dunia yang itu pun masih ada sebagian dari adzab yang akan ditimpakan oleh Allah nanti di akhirat

Bagaimana menanamkan nilai kepada anak bahwa musibah itu terjadi atas izin dan kehendak Allah?

Sampaikanlah kepada putra-putri kita tentang hadis Rasulullah yang juga disampaikan kepada para remaja di masa Rasulullah yang dikenal dengan hadis, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.” Dalam lafadz yang lain juga disebutkan, “Berkenalanlah (ingatlah) kepada Allah di kala senang, maka Allah pasti akan mengingatmu di kala susah.” Ajaran-ajaran tauhid ini atau penanaman tauhid yang sangat kuat terutama qadha dan qadar yang merupakan prinsip-prinsip yang agung dalam menerima kondisi yang dikehendaki oleh Allah ini penting ditanamkan kepada putra-putri kita agar tetap menjaga agama Allah.

Apa yang seharusnya dilakukan ketika kita mendapatkan musibah?

Pertama, tidak kehilangan sikap kehambaan kita kepada Allah. Kita tetap hamba Allah dalam keadaan apa pun. Kedua, berupaya untuk kembali pada jalan Allah dengan bertobat, mengakui dosa-dosa. Ketiga, berjiwa ikhlas dan mewujudkan kebersihan, kesucian jiwa dan kesucian kebersihan lingkungan kita. Keempat, menyampaikan semua keluh kesah dari masalah yang dihadapinya kepada Allah dengan banyak berdoa dan meminta pertolongan kepada-Nya. Kelima, optimis bahwa apa yang terjadi merupakan penghapus kesalahan-kesalahan kita dan mudah-mudahan mengangkat derajat kemuliaan kita di sisi Allah.ย  Keenam, selalu bersabar dalam menghadapi setiap musibah. Ketujuh, berusaha mencari solusi yang baik dan dihalalkan oleh Allah. Kedelapan, bertaawun dalam kebaikan.

Apakah pernah ada musibah bencana pada masa Nabi dan sahabat yang bisa diambil hikmahnya untuk saat ini?

Saya hanya mencatat bahwa di masa Rasulullah dan sahabat jarang sekali terjadi musibah. Misalnya pada masa Rasulullah pernah terjadi kemarau panjang dan paceklik. Di saat khutbah Rasulullah kemudian menceritakan kondisi kemarau panjang yang menghabiskan tanaman-tanaman mereka dan menyebabkan mereka hidup dalam kondisi paceklik sehingga Rasulullah berdoa istisqaโ€™ di khutbahnya. Sedangkan di masa sahabat terjadi wabah tha’un atau penyakit menular seperti cacar kering pada masa Umar bin Khattab. Sedangkan gempa bumi dan lain sebagainya itu terjadi di masa bukan sahabat yaitu di tahun 300 H lebih. Meskipun pada masa Rasulullah dan sahabat jarang sekali terjadi musibah, tetapi Rasulullah diberi wahyu oleh Allah terkait solusi bagaimana supaya terhindar dari musibah.

Apa solusi agar kita terhindar dari musibah dan adzab?

Rasulullah mengajarkan solusi-solusi supaya terhindar dari musibah dan adzab. Pertama, selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari. Kedua, Rasulullah mengajarkan bahwa kita dianjurkan untuk membaca doa di waktu pagi dan petang. Misalnya โ€œbismillahi laa yadhurru ma’asmihi syaiun fil al ardhi walaa fis samaa wahuwas samii’ul ‘aliimโ€ dan memperbanyak doa โ€œsubhaanaka inni kuntu minadz dzaalimiinโ€. Ketiga, meminta perlindungan dari berbagai musibah. Keempat, berdoa ketika keluar rumah. Kelima, meminta afiyah kepada Allah. Keenam, menjauhkan diri kita dari tempat terjadinya wabah atau bencana. Misalnya ketika BMKG memperingatkan ada gelombang yang tinggi maka kita harus menghindari tempat-tempat terjadinya hal itu. Ketujuh, banyak bersedekah. []

ย 

ย 

Tags: Musibah
Share33Tweet21Send
Previous Post

Infeksi Covid-19 di India Tembus 20 Juta Kasus

Next Post

Pendampingan BAZNAS Menjadi Kunci Perkembangan Usaha Saudagar Zmart Depok

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR ๐Ÿ“ฃPerkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 โ€“ Spesial 100 Tahun Gontor.โœ”๏ธ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
โœ”๏ธ Kontribusi Rp1.500.000.
โœ”๏ธ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.๐Ÿ“ https://tinyurl.com/iklan-magon๐Ÿ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.๐Ÿ“Œ Kontribusi seikhlasnya
๐Ÿ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
๐Ÿ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
โœ… Logo Usaha
โœ… Foto Produk
โœ… Deskripsi Singkat
โœ… Website/Sosial Media (jika ada)๐Ÿ“ฒ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg๐Ÿ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! โœจPerjalanan satu abad tidak datang dua kali.๐Ÿ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
๐Ÿ“š Pesan sekarang:
๐Ÿ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah๐ŸŒ www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.๐Ÿ“Œ Yang ditampilkan:
โœ… Logo/Nama Usaha
โœ… Foto Produk
โœ… Deskripsi Singkat
โœ… Website/Media Sosial (jika ada)๐Ÿ’š Kontribusi seikhlasnya
โš ๏ธ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.๐Ÿ“ฒ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg๐Ÿ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479

ยฉ 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
โ–ฒ
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result