pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 29 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Cara Bijak Menyikapi Musibah

Dr M Sarbini MHI, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat HASMI

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
5 May 2021
in Wawancara
0
Foto: hasmi.org

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Musibah dengan beragam bentuknya kembali menimpa Indonesia. Pandemi Covid-19 belum juga usai ditangani, musibah lain sudah datang lagi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 657 bencana yang terjadi dari Januari hingga 1 Maret 2021. Bencana alam ini didominasi dengan banjir, diikuti puting beliung dan tanah longsor.

Menyikapi banyaknya musibah yang terjadi belakangan ini, Wartawan Majalah Gontor, Muhammad Khaerul Muttaqien, berkesempatan mewawancarai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat HASMI (Himpunan Ahlussunnah untuk Masyarakat Islami) Dr M Sarbini MHI. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana Anda menyikapi musibah yang terjadi belakangan ini?

Mari kita mengingat firman Allah SWT yang dalam QS Al-‘Alaq menjelaskan tentang karakter manusia yang sesungguhnya. Innal insaana layathghaa, ar ra’aahus taghnaa. Artinya, “Sesungguhnya manusia itu sungguh melampaui batas. Apabila melihat dirinya serba cukup.” Salah satunya kebanggaan yang berlebihan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat manusia lupa atas kekuasaan Allah. Semuanya dianggap bisa dipecahkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara agama dianggap sebagai bagian kecil, bukan sebagai yang utama, maka di situlah Allah SWT mengingatkan kita melalui musibah agar kita kembali. Bagi orang-orang yang beriman akan kembali ke jalan Allah.

BACA JUGA

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Mari kita merenungkan firman Allah SWT dalam QS Al-A’raf: 168, wa qaththa’naahum fil ardhi umamaa min humush shaalihuuna wa minhum duuna dzaalik wa balaunaahum bil hasanaati was sayyiaati la’allahum yarji’uun. “Dan kami pecah mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan, di antaranya ada orang-orang yang shalih dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”

Apa yang menyebabkan musibah terjadi?

Setidaknya ada tiga penyebab mengapa musibah terjadi. Pertama, karena melanggar hukum-hukum syariah, baik secara individu maupun kolektif. Melanggar hukum-hukum syariah ini merupakan induk musibah. Dalam QS Asy-Syura: 30 Allah berfirman yang artinya, “Dan musibah apa pun yang menimpa kalian disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” Dalam menafsirkan ayat ini Imam Ahmad meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah bersabda apabila dosa-dosa hamba sudah banyak dan tidak ada lagi yang bisa menghapus dosa itu kecuali Allah akan memberikan ujian padanya dengan duka cita agar bisa menghapus dosa yang banyak tersebut.

Kedua, melanggar hukum Allah di alam semesta. Misalnya, penggundulan hutan, penambangan yang tidak memperhatikan Amdal merupakan bagian dari pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah di alam semesta yang bisa menyebabkan bencana terjadi. Ketiga, muthlaqul qudrah. Mutlak atas kehendak Allah ini merupakan peringatan dari Allah SWT yang kapan saja bisa diberikan kepada hamba-Nya.

Apa saja macam-macam musibah yang bisa terjadi dalam kehidupan manusia?

Menurut Alquran dan hadis ada empat jenis musibah. Pertama, musibah yang menimpa manusia dan alam semesta. Seperti topan yang pernah ditimpakan kepada kaum Nuh. Longsor besar yang pernah ditimpakan kepada kaum Nabi Luth. Binatang-binatang melata yang menghancurkan kaum Fir’aun. Kedua, musibah yang menimpa manusia. Seperti musibah yang menimpa kaum Nabi Syu’aib. Ketiga, musibah-musibah yang menimpa perorangan. Seperti musibah yang menimpa Qarun. Kematian juga merupakan bagian dari musibah yang menimpa perorangan. Keempat, musibah ruhani yang menimpa masyarakat maupun perorangan. Siapa saja yang berpaling dari tuntunan Allah akan mendapatkan kehidupan yang sangat sempit dan tidak tenteram.

 Apakah musibah ini teguran atau bahkan adzab?

Musibah ini disebut teguran atau adzab itu dilihat dari sikap kita dalam menerimanya dan situasi apa yang menjadi penyebab terjadinya musibah. Allah telah berfirman dalam QS Al-Fajr: 15-16 yang artinya, “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. Sikap kita dalam menyikapi musibah yang menimpa kita tergantung pada bagaimana prinsip kita, apa yang kita sikapi dan lakukan. Sehingga kalau prinsip kita bersyukur atau bersabar dalam menerima musibah yang terjadi pada diri kita atau di sekeliling kita maka itu disebut teguran. Namun jika musibah itu dihadapinya dengan melanggar maka itu disebut adzab.

Bagaimana membedakan antara musibah dan adzab?

Jika musibah terjadi di tengah umat Islam yang memiliki komitmen terhadap agamanya ataupun terjadi di tengah-tengah umat manusia yang tidak melakukan kezaliman ataupun maksiat atau hidup sebagaimana biasanya atau hidup tenteram, damai, tidak melakukan kezaliman maka ini disebutnya teguran. Namun jika musibah itu terjadi di tengah kaum kafirin atau para pembangkang dan pelaku-pelaku kemaksiatan ini disebut adzab. Jadi siapa yang menerima musibah ini apakah individu-individu Muslim yang memiliki komitmen terhadap Islam atau manusia-manusia biasa yang hidup normal dalam artian tidak zalim ataupun tidak melakukan kemaksiatan manusiawi, maka ini teguran dari Allah agar mereka bertambah kebaikannya dan mau merenungkan apa yang terjadi pada diri mereka. Sedangkan jika terjadi di tengah kafirin atau para pembangkang, para pelaku maksiat yang penuh kesombongan, maka ini disebut adzab untuk merasakan betapa pedihnya adzab di dunia yang itu pun masih ada sebagian dari adzab yang akan ditimpakan oleh Allah nanti di akhirat

Bagaimana menanamkan nilai kepada anak bahwa musibah itu terjadi atas izin dan kehendak Allah?

Sampaikanlah kepada putra-putri kita tentang hadis Rasulullah yang juga disampaikan kepada para remaja di masa Rasulullah yang dikenal dengan hadis, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.” Dalam lafadz yang lain juga disebutkan, “Berkenalanlah (ingatlah) kepada Allah di kala senang, maka Allah pasti akan mengingatmu di kala susah.” Ajaran-ajaran tauhid ini atau penanaman tauhid yang sangat kuat terutama qadha dan qadar yang merupakan prinsip-prinsip yang agung dalam menerima kondisi yang dikehendaki oleh Allah ini penting ditanamkan kepada putra-putri kita agar tetap menjaga agama Allah.

Apa yang seharusnya dilakukan ketika kita mendapatkan musibah?

Pertama, tidak kehilangan sikap kehambaan kita kepada Allah. Kita tetap hamba Allah dalam keadaan apa pun. Kedua, berupaya untuk kembali pada jalan Allah dengan bertobat, mengakui dosa-dosa. Ketiga, berjiwa ikhlas dan mewujudkan kebersihan, kesucian jiwa dan kesucian kebersihan lingkungan kita. Keempat, menyampaikan semua keluh kesah dari masalah yang dihadapinya kepada Allah dengan banyak berdoa dan meminta pertolongan kepada-Nya. Kelima, optimis bahwa apa yang terjadi merupakan penghapus kesalahan-kesalahan kita dan mudah-mudahan mengangkat derajat kemuliaan kita di sisi Allah.  Keenam, selalu bersabar dalam menghadapi setiap musibah. Ketujuh, berusaha mencari solusi yang baik dan dihalalkan oleh Allah. Kedelapan, bertaawun dalam kebaikan.

Apakah pernah ada musibah bencana pada masa Nabi dan sahabat yang bisa diambil hikmahnya untuk saat ini?

Saya hanya mencatat bahwa di masa Rasulullah dan sahabat jarang sekali terjadi musibah. Misalnya pada masa Rasulullah pernah terjadi kemarau panjang dan paceklik. Di saat khutbah Rasulullah kemudian menceritakan kondisi kemarau panjang yang menghabiskan tanaman-tanaman mereka dan menyebabkan mereka hidup dalam kondisi paceklik sehingga Rasulullah berdoa istisqa’ di khutbahnya. Sedangkan di masa sahabat terjadi wabah tha’un atau penyakit menular seperti cacar kering pada masa Umar bin Khattab. Sedangkan gempa bumi dan lain sebagainya itu terjadi di masa bukan sahabat yaitu di tahun 300 H lebih. Meskipun pada masa Rasulullah dan sahabat jarang sekali terjadi musibah, tetapi Rasulullah diberi wahyu oleh Allah terkait solusi bagaimana supaya terhindar dari musibah.

Apa solusi agar kita terhindar dari musibah dan adzab?

Rasulullah mengajarkan solusi-solusi supaya terhindar dari musibah dan adzab. Pertama, selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari. Kedua, Rasulullah mengajarkan bahwa kita dianjurkan untuk membaca doa di waktu pagi dan petang. Misalnya “bismillahi laa yadhurru ma’asmihi syaiun fil al ardhi walaa fis samaa wahuwas samii’ul ‘aliim” dan memperbanyak doa “subhaanaka inni kuntu minadz dzaalimiin”. Ketiga, meminta perlindungan dari berbagai musibah. Keempat, berdoa ketika keluar rumah. Kelima, meminta afiyah kepada Allah. Keenam, menjauhkan diri kita dari tempat terjadinya wabah atau bencana. Misalnya ketika BMKG memperingatkan ada gelombang yang tinggi maka kita harus menghindari tempat-tempat terjadinya hal itu. Ketujuh, banyak bersedekah. []

 

 

Tags: Musibah
Share34Tweet21Send
Previous Post

Infeksi Covid-19 di India Tembus 20 Juta Kasus

Next Post

Pendampingan BAZNAS Menjadi Kunci Perkembangan Usaha Saudagar Zmart Depok

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

24 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result