pesanan-baju-kaos
33 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 29 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Cara Efektif Kendalikan Corona

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
18 September 2021
in Wawancara
0
foto: voaindonesia.com

Terhitung sejak kasus COVID-19 pertama kali dikonfirmasi oleh Pemerintah Indonesia pada Senin, 2 Maret 2020 silam, berarti satu setengah tahun lebih pagebluk atau pandemi COVID-19 membersamai masyarakat Indonesia. Dua warga Kota Depok, Jawa Barat, merupakan pasien pertama COVID-19 di Tanah Air. Keduanya diduga terpapar virus corona varian SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 itu karena melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Meski begitu kasus tersebut diduga bukan kasus pertama.

Ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo PhD memprediksi virus corona itu sudah masuk ke Indonesia sejak sebelum COVID-19 diumumkan. Bahkan sebelum dua orang warga Depok diumumkan sebagai pasien pertama COVID-19 di Tanah Air, sudah ada yang meninggal (karena corona). “Namun yang ditunjukkan oleh pemerintah yang tidak meninggal. Mungkin alasan pemerintah supaya masyarakat tidak panik,” ungkapnya kepada Majalah Gontor.

Seiring berjalannya waktu, penemuan kasus COVID-19 di Indonesia menguatkan sinyal agar penerapan 5M dan 3T dilakukan pengetatan. Data dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 hingga Senin (9/8/2021) pukul 12.00 WIB menunjukkan penambahan 20.709 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Dari penambahan tersebut maka total kasus COVID-19 di Indonesia per Senin (9/8/2021) mencapai 3.686.740 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Jumlah pasien yang meninggal setelah terpapar COVID-19 juga terus bertambah. Pada periode 8-9 Agustus 2021, ada 1.475 pasien COVID-19 yang tutup usia. Sehingga angka kematian akibat COVID-19 mencapai 108.571 orang sejak awal pandemi atau pagebluk diumumkan. Mengupas permasalahan yang terjadi akibat pagebluk ini, wartawan Majalah Gontor Muhammad Khaerul Muttaqien berhasil mewawancarai ahli biologi molekuler peraih PhD Molecular Medicine, University of Texas Health Science Center at San Antonio, TX, USA, itu. Berikut petikan wawancaranya:

BACA JUGA

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Banyak orang berpendapat virus corona sama seperti virus flu biasa, tapi jumlah pasien yang meninggal setelah terpapar COVID-19 terus bertambah. Memang sebenarnya bagaimana corona ini?

Indonesia ini unik, misalnya waktu pandemi muncul di Wuhan itu sebetulnya sudah ada tanda-tanda bahwa ini bukan flu biasa, tapi Indonesia belum melaporkan suatu kasus. Setelah saya lihat banyak sekali ilmuwan senior ternyata tidak update tentang pandemi ini. Makanya masyarakat banyak yang bingung, karena ada ilmuwan mengatakan COVID-19 itu flu biasa dan tampaknya ini yang direspons oleh pemerintah di awal. Padahal kata-kata corona itu flu biasa sangat menyesatkan. Mengapa saya dan teman-teman menganggap corona bukan flu biasa karena penularannya oleh orang yang bergejala dan oleh orang yang tidak bergejala. Kalau flu biasa orang yang menularkan itu orang yang bergejala. Sementara orang yang terpapar COVID-19 itu sesak nafas, dampaknya di rongga nafas bawah dan ada indikasi pembekuan darah. Flu mana yang bisa seperti itu? Kalau flu biasa kapan ceritanya pengidap diabetes terkena flu bisa meninggal? Kan tidak ada ceritanya. Semua ini tidak akan terjadi kalau sejak awal pemerintah memobilisasi semua aset laboratorium dan semua ilmuwan diajak rembuk bagaimana menghadapi pandemi ini. Alhasil harga yang dibayar sangat mahal. Laboratorium, infrastruktur tidak siap. APD amburadul.

Saat ini ada tiga varian corona yang sudah masuk di Indonesia yaitu varian alpha, beta, dan delta yang paling mendominasi dan kemunculan COVID-19 varian baru ini disebut menjadi salah satu penyebab terjadinya lonjakan kasus. Apakah benar demikian?

Varian COVID-19 ini muncul karena kumpulan mutasi. Kombinasi mutasi ini memberikan karakter baru pada virus, misalnya menjadi lebih menular, seperti varian delta. Varian corona yang ada saat ini biasanya muncul karena digaungkan oleh orang yang berkerumun. Meski begitu, varian-varian yang ada saat ini seperti varian alpha, beta, delta, gamma, hingga P1 muncul sebelum vaksin COVID-19 diberikan. Kalau ada orang yang mengatakan ada mutasi karena vaksin, dia harus menunjukkan data dulu. Misalnya begini, ada orang sudah divaksin tapi tetap kena COVID-19. Itu perlu dicek apakah varian itu betul- betul baru. Kalau varian lama, berarti itu bukan karena vaksin. Toh varian lama sudah ada lebih dulu.

Pemerintah Indonesia telah mengimpor vaksin COVID-19 dan memberlakukan PPKM untuk penanganan pandemi. Tapi mengapa masih ada orang yang terinfeksi virus padahal sudah divaksin?

Virus SARS-CoV-2 itu masuk ke tubuh melalui udara, masuk melewati rongga pernapasan atas sampai bawah alias paru-paru. Vaksin yang ada, baru bisa melindungi rongga pernapasan bawah karena ia disuntikkan di bahu. Artinya, rongga pernapasan atas, mulai dari hidung sampai dada masih bisa terinfeksi virus. Sebenarnya tidak masalah bila seseorang terinfeksi bagian napas atasnya. Masalahnya ketika infeksinya menjalar sampai ke rongga dalam dan masuk ke paru-paru. Itu yang berisiko. Sebab yang membuat orang sakit atau meninggal karena virusnya masuk sampai paru-paru. Oleh sebab itu, vaksin disuntik di bahu supaya minimal rongga napas bagian bawah terlindungi. Vaksin belum bisa memproteksi bagian pernapasan atas, sehingga seseorang masih bisa mentransfer virus ke orang lain lewat pernapasan atasnya yang bisa terinfeksi.

Sementara ada beberapa hal lain yang belum diketahui secara utuh oleh masyarakat terkait vaksinasi COVID-19 dan ini potensial menghambat penanganan pandemi. Sehingga masyarakat perlu diedukasi agar program pemerintah ini berjalan baik dan tak menimbulkan masalah baru. Sebagaimana diketahui pengendalian pandemi ada protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari dan mengurangi mobilitas. Kemudian 3T (testing, tracing and treatment) dan vaksinasi. Sementara dalam perjalanan waktu mengapa yang ditekankan justru vaksinasi. Pemerintah sejak awal gagap tanggap dalam menangani pandemi ini. Kalau pemerintah dari awal paham bagaimana sebenarnya pandemi ini, pemerintah seharusnya menjelaskan terlebih dahulu mengapa harus 5M, 3T dan terakhir vaksin.

Negara mana yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 tanpa vaksin?

Cina bisa mengendalikan COVID-19 setelah mereka melakukan upaya pengendalian dengan penguncian wilayah, dengan 3T yaitu pemeriksaan, penelusuran dan penanganan, serta protokol 3M dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak secara ketat dan masif. Selandia Baru, Vietnam, dan Taiwan juga dilaporkan berhasil mengatasi gelombang virus corona. Selandia Baru, Vietnam, dan Taiwan berada di peringkat tiga teratas dalam Indeks Kinerja COVID-19 yang dikeluarkan Lowly Institute.

Sebenarnya vaksin itu penting atau tidak?

Vaksinasi dalam rantai pengendalian wabah itu tahap terakhir. Tujuan vaksin melindungi mereka yang rentan seperti komorbid (penyakit penyerta) dan juga lansia. Vaksin memang penting dalam penanggulangan wabah COVID-19. Namun bukan satu-satunya cara untuk mengatasi wabah tersebut. Meskipun vaksin COVID-19 sudah ada, upaya penanganan COVID-19 dengan 5M dan 3T tidak serta merta bisa berhenti.

Apa saran Anda untuk pemerintah dan masyarakat dalam rangka memutuskan penyebaran COVID-19 ini?

Kalau kita bicara memutus penularan supaya kasus COVID-19 menurun, kuncinya bukan vaksin. Tapi masyarakat juga harus dididik terlebih dulu mengapa virus ini menular dengan cepat. Karena masyarakat masih terbuai dengan narasi bahwa corona itu flu biasa. Oleh karena itu pemerintah harus berupaya serius mengedukasi masyarakat tentang bagaimana cara kerja virus corona dan melakukan 5M dan 3T. Jangan hanya memarahi masyarakat gara-gara tidak memakai masker sementara masyarakat tidak diedukasi. Hal yang perlu kita ingat adalah pandemi ini bisa dikendalikan dengan penerapan protokol 5M dan 3T yang sangat ketat dan masif. Dengan penerapan protokol 5M dan pengendalian 3T secara ketat dan masif sangat efektif untuk mengendalikan pandemi Covid-19. []

Tags: COVID-19Vaksin
Share6Tweet4Send
Previous Post

Jepang Berikan Dosis Ketiga Vaksin Mulai Akhir Tahun

Next Post

Ledakan di Jalalabad Afghanistan: Setidaknya 2 Orang Tewas

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

24 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result