New York, Gontornews — Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika Serikat menggambarkan penularan varian Delta seperti halnya cacar air. CDC juga tidak menampik jika varian Delta dapat berakibat fatal bagi penderitanya.
Dokumen internal CDC, yang Reuters kutip dari New York Times (NYT), juga menjelaskan bahwa pemberian vaksin sangat efektif untuk mencegah penyakit serius, mengurangi beban rawat inap ketimbang mereka yang belum mendapatkan vaksin.
Laporan CDC melansir jika varian Delta, mungkin, dapat menembus perlindungan vaksin. Karenanya, pemerintah perlu memberikan pedoman penggunaan masker bagi mereka yang telah menerima dua suntikan vaksin secara penuh.
Penelitian baru menunjukkan bahwa mereka yang tervaksin lalu terinfeksi varian Delta membawa sebagian besar virusnya pada hidung dan tenggorokan. Direktur CDC, Rochelle Walensky mengonfirmasi temuan hal tersebut kepada Times.
Lebih lanjut, CDC melaporkan bahwa varian Delta lebih menular daripada virus penyebab MERS, SARS, Ebola, Influenza, dan flu musiman.
NYT memaparkan CDC akan mempublikasikan data tambahan terkait varian Delta pada Jumat waktu setempat. [Mohamad Deny Irawan]






















