Pnom Penh, Gontornews — Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, Senin (1/12), melarang pesta pernikahan serta pertemuan lebih dari 20 orang demi mencegah penularan Covid-19. Kebijakan ini dibuat menyusul peningkatan kasus Covid-19 setelah otoritas kesehatan Kambodja mengonfirmasi kasus positif dari klaster komunitas yang jarang terjadi.
Pada Ahad (30/11), Kementerian Kesehatan Kamboja melakukan pelacakan terhadap 3.332 yang diduga berinteraksi dengan seorang wanita berusia 56 tahun. Dari pelacakan tersebut, 15 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagai informasi, wanita tersebut melakukan perjalanan ke dua kota besar di Kamboja sejak 20 November.
Sejauh ini, belum jelas mengapa wanita tersebut dapat terinfeksi Covid-19. Suami dan beberapa anggota keluarganya juga telah dinyatakan positif Covid-19.
Kamboja merupakan negara dengan konfirmasi kasus positif Covid-19 terendah di dunia. Negara Asia Tenggara tersebut melaporkan 323 kasus infeksi tanpa kematian yang terkonfirmasi. Pun demikian, sejumlah kasus infeksi merupakan kasus impor dari luar negeri.
โTangguhkan semua pertemuan yang melibatkan banyak orang selama 15 hari ke depan mulai hari ini (Senin),โ kata PM Hun Sen kepada Reuters.
โJika ada pesta pernikahan, kami mohon maaf. Pernikahan Anda akan kami tunda selama 15 hari (ke depan).โ
โJika kita tidak melakukan ini, kita akan terlambat. Jadi mohon terapkan (aturan) ini dengan segera,โ ucap PM Hun Sen.
Sebelum melarang pernikahan dan perkumpulan lebih dari 20 orang, PM Hun Sen telah menutup sekolah swasta dan beberapa sektor di Kementerian Dalam Negeri. Umumnya, tempat-tempat tersebut merupakan lokasi dengan konfirmasi kasus positif Covid-19 yang berhasil ditemukan oleh otoritas terkait. [Mohamad Deny Irawan]





















