Beijing, Gontornews — Pemerintah Cina, untuk pertama kalinya melaporkan nirkematian akibat COVID-19 di Wuhan, Selasa (7/4). Komite Kesehatan Nasional Cina melaporkan 32 infeksi COVID-19 atau turun dari jumlah kasus infeksi sehari sebelumnya yang mencapai 39 kasus. Artinya, untuk pertama kali sejak 31 Desember 2019, Wuhan mencatatkan nirkematian akibat COVID-19.
Dalam dua pekan terakhir, Wuhan ‘hanya’ melaporkan dua kasus COVID-19 baru.
Fenomena ini memungkinkan pemerintah mulai membuka penguncian atau lockdown yang sudah berlaku sejak 23 Januari silam. Akan tetapi, pemerintah juga mewaspadai gelombang kedua COVID-19.
Pemerintah Wuhan mendesak warga agar tidak keluar dari lingkungan mereka jika tidak diperlukan. Provinsi Zhejiang, misalnya, tetap memberlakukan tes kepada semua orang yang berasal dari Wuhan dan mengarantina mereka selama 14 hari mendatang. Langkah ini diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 tanpa gejala maupun kasus impor.
Secara total, Pemerintah Cina mengonfirmasi 81.740 kasus dengan 3.331 kematian akibat COVID-19. Sementara 30 kasus COVID-19 tanpa gejala yang dikonfirmasi, sembilan orang berasal dari wisatawan asing sementara 18 lainnya ditemukan di Hubei.
Pemerintah pun mengindetifikasi 1.033 kasus COVID-19 tanpa gejala dan saat ini berada dalam pengawasan medis.
Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengonfirmasi 1.279.722 kasus COVID-19 dengan 72.616 kematian. Virus mematikan ini juga telah menyebar ke lebih 211 negara di seluruh dunia. [Mohamad Deny Irawan]





















