Shanghai, Gontornews — Pemerintah Cina memecat pejabat kesehatan kesehatan Provensi Hubei, Selasa (11/2). Pemecatan ini dilakukan setelah pemerintah provinsi Hubei Cina melaporkan 2.097 kasus baru dan 103 kematian pada 10 Februari 2020.
Pemerintah pun terpaksa memberhentikan Zhang Jin yang bertindak sebagai Komisi Kesehatan Provinsi Hubei dan Direktur Liu Yingzi dari kursi pejabat kesehatan di wilayah tersebut.
Langkah ini dilakukan seiring dengan keluhan dari sebagian besar warga Hubei terkait penanganan wabah mematikan tersebut.
Sebagaimana diketahui, Hubei tertutup secara virtual. Sejumlah jalan protokol dari dan menuju Hubei ditutup. Tak hanya itu, akses transportasi seperti stasiun kereta api dan bandara di provinsi Hubei ditutup demi keamanan.
Pejabat pemerintah Beijing, Zhang Gewho, mengatakan bahwa penanganan wabah ini akan semakin sulit kala para pekerja kembali bekerja pekan depan. βKapastitas masyarakat serta lalu lalang warga akan meningkatkan kesulitan (dalam menangani virus korona),β kata Gewho kepada Reuters.
Sejauh ini, korban tewas akibat virus korona mencapai lebih dari 1.000 orang per Selasa (11/2). Akibatnya sejumlah perusahaan dan pabrik berpotensi mengacaukan aliran bisnis di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Komite Kesehatan Nasional Cina, melaporkan pada Selasa (11/2), melansir 108 kematian baru dengan total 1.016 orang terbunuh akibat virus tersebut. sepanjang 10 Februari, ada 2.478 kasus virus korona di daratan Cina atau turun dibanding hari sebelumnya yang mencapai 3.062 kasus. Dengan demikian, total infeksi virus korona mencapai 42.638 orang.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyebut bahwa penyebaran kasus virus korona di laur Cina berpotensi memakan korban jiwa yang lebih besar. Sejauh ini, 319 kasus terkonfirmasi 24 negara di luar Cina. Sementara dua kematian di luar negeri pun telah dikonfirmasi di Hong Kong dan Filipina.Β [Mohamad Deny Irawan]





















