Jakarta, Gontornews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan bagaimana buruknya ekonomi Indonesia karena wabah pandemi corona atau Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh negatif.
Tak hanya itu, Sri Mulyani mengatakan terbuka kemungkinan Indonesia bisa mengalami resesi ekonomi, apabila wabah penyakit Covid-19 tidak kunjung usai.
“Kalau kondisi berat panjang, kemungkinan akan terjadi resesi di mana dua kuartal berturut-turut PDB [produk domestik bruto] bisa negatif,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers usai sidang kabinet paripurna, Rabu (15/4/2020).
Pada kuartal II-2020, lanjut dia, akan menjadi titik terberat dalam perekonomian Indonesia. Dalam skenario pemerintah, pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun ini bisa hampir mendekati nol persen.
“Pertumbuhan ekonomi bisa turun 0,3%, hampir mendekati nol atau bahkan negatif growth di minus 2,6%. Dan untuk kuartal III akan ada recovery di 1,5% dan 2,8%,” ujarnya.
“Ini sedang kita upayakan untuk tidak terjadi. Memang sangat berat. Namun kita menghadapi kondisi yang luar biasa dan kita coba atasi,” tegasnya dikutip CNBC.
Sebagai informasi, resesi bisa diartikan sebagai kontraksi ekonomi dalam dua kuartal beruntun pada tahun yang sama. Misalnya, terjadi kontraksi di kuartal I dan kuartal II, maka sudah termasuk kategori resesi.[dj]