Berlin, Gontornews — Jerman dan Prancis bersiap untuk mengumumkan pembatasan wilayah mulai Rabu (28/10) waktu setempat. Kedua negara memberlakukan kebijakan ini setelah angka kematian akibat Covid-19 di seluruh Eropa naik hampir 40 persen dalam sepekan terakhir.
Kanselir Jerman, Angela Merkel, segera bertemu dengan Perdana Menteri untuk membahas rencana penutupan restoran dan bar. Untuk kategori sekolah maupun pertanian, pemerintah Jerman akan tetap mengizinkan beroperasi. Jerman juga mengizinkan orang keluar ke tempat umum hanya dengan anggota rumah mereka sendiri.
Sementara Prancis akan memberlakukan jam malam untuk membatasi pergerakan warga. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menerima laporan seputar penambahan lebih dari 50.000 kasus baru Covid-19 dalam sehari.
Upaya pembatasan Prancis dan Jerman serupa dengan langkah pembatasan yang diberlakukan Italia dan Spanyol. Kedua negara kiblat sepakbola tersebut menutup kembali aktivitas sekolah dan kegiatan bisnis. Namun, mereka memastikan bahwa penguncian wilayah kali ini tidak seketat yang diberlakukan pada Maret dan April lalu.
Meski demikian, penguncian wilayah bukan tanpa risiko. Prancis dan Jerman bersiap untuk mengalami risiko kelumpuhan sektor ekonomi. “Jika kita menunggu sampai perawatan intensif penuh, itu akan terlambat,” ungkap Menteri Kesehatan Jerman, Jens Sphan, kepada Reuters.
Sejauh ini, WHO telah mengonfirmasi 43.766.712 kasus Covid-19 dengan 1.163.459 kasus kematian. Virus asal Wuhan tersebut telah menyebar ke 219 negara di dunia. [Mohamad Deny Irawan]






















