Jakarta, Gontornews — Ramadhan merupakan bulan yang selalu dinanti kehadirannya bagi umat Islam seluruh dunia. Selama bertahun-tahun pula beragam acara dan kebiasaan turut serta memeriahkan bulan suci Ramadhan. Namun apa daya, ada yang berbeda dengan Ramadhan tahun ini.
Kali ini umat Islam di seluruh dunia menjalani hari-hari Ramadhan di tengah wabah Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19. Karenanya beberapa negara di dunia memberlakukan kebijakan lockdown untuk membatasi penyebaran COVID-19 Salah satunya adalah Belanda yang menerapkan kebijakan tersebut.
Kepada Gontornews (27/04/ 2020) salah seorang Muslim berkewarganegaraan Belanda, Pieter Willem den Rooijen menceritakan momen Ramadhannya selama lockdown di sana. Menurutnya, Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Ada lockdown di Belanda, karena COVID-19, dan masjid – masjid ditutup. Jadi kita harus melakukan semuanya di rumah,” jelasnya.
Dikutip Antara, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte memperpanjang larangan kegiatan publik hingga 1 September. Namun perlambatan penyebaran COVID-19 memungkinkan sekolah dasar dan pusat penitipan anak dibuka kembali pada 11 Mei.
Menurutnya, langkah-langkah pembatasan diperlukan untuk mencegah gelombang baru kasus COVID-19. “Lebih baik berhati-hati sekarang daripada menyesal kemudian hari,”katanya dalam konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi beberapa waktu lalu. []




















