Nairobi, Gontornews — Mantan Kepala Misi perdamaian PBB di Sudan, David Shearer, Selatan menyebut hujan mempersulit pendistribusian vaksin Covid-19. Shearer menambahkan buruknya infrastruktur jalan di salah satu negara termiskin di dunia itu berpotensi menghambat pendistribusian vaksin.
Sebagai informasi, Sudan Selatan memperoleh 2,3 juta dosis vaksin Covid-19 melalui skema COVAX. Namun, kedatangan vaksin Covid-19 tersebut bertepatan dengan musim penghujan yang berpotensi membanjiri lebih dari 400 kilometer jalan beraspal milik negara pecahan Sudan tersebut.
“(Memberikan suntikan vaksin) tidak semudah kedengarannya. Di lokasi seperti Sudan Selatan, aktiftas logistik sangat sulit,” kata Shearer kepada Reuters.
Shearer merupakan kepala misi perdamaian PBB yang sudah menghabiskan dana lebih dari 1 Miliar Dollar Amerika Serikat per tahun di lokasi tersebut.
Dalam beberapa bulan mendatang, secara total, Sudan Selatan akan menerima pasokan 2,3 juta dosis vaksin Covid-19 melalui skema COVAX. Shearer pun mendorong pemerintah Sudan Selatan untuk menggunakan kapal tongkang untuk menyusuri wilayah masyarakat ketimbang melalui jalan aspal.
Sejauh ini, Sudan Selatan melaporkan 10.119 kasus positif Covid-19 dengan 118 orang warga tewas akibat virus asal Cina tersebut. Tetapi, pengujian yang tidak memadai belum menjelaskan bagaiamana langkah pencegahan pandemi di Sudan Selatan.
Sejak meraih kemerdekaan satu dekade silam, Sudan Selatan bergulat dengan sejumlah ancaman seperti konflik saudara, perubahan iklim hingga pandemi Covid-19. Akibatnya, hampir semua populasi Sudan Selatan menggantungkan hidupnya kepada bantuan pangan internasional. Sebagain besar pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan disediakan oleh PBB dan sejumlah kelompok pemberi bantuan.
“Saya tidak melihat pemerintah melihat dan melayani rakyatnya,” kata Shearer.
“Pemimpin harus melayani rakyat di atas segalanya daripada harus meyalani diri sendiri,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]






















