Bogor, Gontornews – Sebanyak 2.100 atlet dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Piala Pangdam III/Siliwangi 2026 yang digelar di GOR Laga Tangkas, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 12–15 Februari 2026. Kejuaraan bergengsi ini tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tapi juga momentum strategis penjaringan atlet-atlet terbaik untuk melangkah ke jenjang Akademi Militer (Akmil).
Diselenggarakan oleh Kodam III/Siliwangi, even tahunan ini mempertandingkan berbagai kategori mulai dari usia dini, praremaja, remaja, hingga dewasa/mahasiswa. Peserta berasal dari kalangan pelajar, pesantren, mahasiswa, masyarakat umum, hingga unsur TNI–POLRI.
Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, dalam sambutannya menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, melainkan bagian dari identitas dan karakter bangsa.
“Kejuaraan ini menjadi ruang pembinaan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan menjunjung tinggi sportivitas. Semoga dari sini lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan pencak silat semakin kokoh sebagai kebanggaan bangsa sekaligus menjadi media pembentukan generasi yang kuat, disiplin, dan berakhlak.”
Prestasi Gemilang Santri Darel Azhar
Alhamdulillah, pada ajang nasional ini, Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung, Banten, yang mengutus 45 atlet terbaiknya, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan raihan 32 medali: 11 Emas, 10 Perak, dan 11 Perunggu.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang unggul tidak hanya dalam bidang keilmuan dan akhlak, tetapi juga dalam prestasi olahraga bela diri warisan bangsa.
Medali emas berhasil diraih oleh: 1. Indah Nur Faidza Stiawan (Pra-Remaja), Maylia Nurafizah (Pra-Remaja), 3. Zahwa Auwly (Pra-Remaja), 4. Virzan Alif (Remaja), 5. Dafa Apriandy (Pra-Remaja), 6. Haikal Putra (Pra-Remaja), 7. Kireyna Adhila Sakira (Remaja), 8. Fahreza Arwansyah (Remaja), 9. Zidny Ilman Mirza (Pra-Remaja), 10. Chikal Ananda Pratama (Pra-Remaja), 11. Galang Ahmad Sopian (Remaja).
Medali perak berhasil diraih oleh: 1. Zidane Syailendra (Pra-Remaja), 2. Raisha Tsaqifa (Pra- Remaja), 3. Aileen Khanza Syahzara (Pra-Remaja), 4. Aurel Aniya (Pra-Remaja), 5. Dafa Alfaruq (Pra-Remaja), 6. Aqsha Alghifari (Remaja), 7. Amelia Nurarizah (Remaja), 8. Kirani Putri (Remaja), 9. M Rizki (Pra-Remaja), 10. Galang Ahmad Sopian (Remaja).
Medali perunggu disabet oleh: 1. Mursyid Iyan Safian (Pra-Remaja), 2. Aufa Zahra Pulungan (Pra-Remaja), 3. Cheyza Dwi (Remaja), 4. Aura Rahma (Pra-Remaja), 5. Kaila Rahmi Ramadhani (Dewasa), 6. Ainisa Septiani (Remaja), 7. Azzahra Putri (Remaja), 8. Liona Asry Szahara (Pra-Remaja), 9. Burhan Mustofa (Remaja), 10. Galen Harahap (Pra-Remaja), 11. Kenzi Harahap (Pra-Remaja).
Sinergi Iman, Disiplin, dan Prestasi
Prestasi ini tidak lahir secara instan. Ia merupakan buah dari latihan disiplin, pembinaan intensif, doa para asatidz, serta kesungguhan para santri dalam menjaga keseimbangan antara imtaq dan iptek, antara kekuatan fisik dan kematangan akhlak.
Keikutsertaan santri dalam kejuaraan nasional seperti ini sekaligus menjadi bukti bahwa pesantren modern mampu berkiprah di ruang-ruang kompetisi nasional tanpa meninggalkan jati diri kepesantrenannya.
Semoga torehan tinta emas ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berprestasi, menjaga sportivitas, serta membawa nama baik almamater dan bangsa Indonesia di kancah yang lebih luas. Allahu Akbar! []






















