15
Tonton Selengkapnya
29 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Sukses

Daud Suwarno, Mengabdikan Diri untuk Perkebunan Durian

Fathur Roji by Fathur Roji
29 December 2019
in Sukses
0
Daud Suwarno, Mengabdikan Diri untuk Perkebunan Durian

Gontornews — Bagi sebagian orang, masa pensiun menjadi masa yang paling menakutkan. Bayangan tak ada lagi pekerjaan yang menghasilkan gaji bulanan, atau masa-masa tidak lagi produktif sehingga menyebabkan pada masa pensiun banyak yang terjangkit penyakit struk.

Daud Suwarno, adalah salah satu pensiunan yang optimis bisa berkarya dan berproduksi meski tak ada lagi gaji bulanan yang biasa ia terima saat masih menjadi pegawai Bank Indonesia (BI). Saat aktif bekerja di BI jabatan terakhirnya adalah Pengawas Bank Executive di Bandung.

Sebelum mengakhiri masa jabatannya di BI, Daud sudah memulai aktivitas di lahan kosong yang ia beli seluas 2 hektar di Subang. Sembari mengisi waktu luang, ia mencoba melakukan aktivitas berkebun. Bagi Daud selain sebagai olahraga juga membuat fresh badan bergelut di alam.

Di lahan seluas 2 hektar, ia mulai menanami pohon nanas, hasilnya cukup baik tapi keuntungannya masih kurang maksimal. Dari nanas, ia pun berpindah ke tanaman pohon rambutan, lagi-lagi buahnya subur dan lebat, tapi untuk keuntungan masih dirasa kurang.

BACA JUGA

Meracik Kesuksesan: Kisah Yani Membangun Brand ‘Karyani’ Bumbu Dapur Premium

Amir Hamzah, Alumni Gontor di Balik Cross Border E Commerce Master Bagasi

Ummi Kulsum Raih Penghargaan Best Presenter di Konferensi Internasional

Ary Raharjo: Gontor Memberikan Modal Dasar sebagai Diplomat

Ceritanya Cheriatna Bangun Usaha Cheria Halal Holiday

Sembari masih aktif di BI, sesekali ia sempatkan untuk hadir dalam acara pameran agrobisnis. Hal ini selain untuk menambah wawasan juga menambah teman di komunitas perkebunan.

Akhirnya setelah keluar masuk di pameran agrobisnis, ia pun tertarik dengan pohon durian yang buahnya banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Ia pun membeli beberapa bibit untuk ditanam di lahannya.

Setiap ke beberapa kota, ia membeli bibit pohon durian. Bahkan ia membeli bibit durian Musang King dari Malaysia. Namun sayang, bibit yang ia tanam ternyata dicuri orang. “Saat ini ada sekitar 200 pohon durian dari bermacam jenis yang ada di kebun Subang,” katanya.

Untuk bisa merawat pohon durian, ia mengakui banyak belajar dari beberapa komunitas dan searching di internet tentang bercocok tanam pohon durian. Memang, upaya untuk menanam durian ini tak semudah yang ia bayangkan.

Setelah berjalan lima tahun, ternyata bibit yang ia tanam tak semuanya bisa berbuah. Ada pohon durian yang memiliki buah bagus namun rasanya kurang enak, ada juga yang tidak berbuah sama sekali.

Melalui uji coba beberapa pohon durian, akhirnya tahun 2006 ia mulai menggeluti menanam pohon durian yang menghasilkan durian kelas premium. “Membeli bibit harus benar-benar hati-hati, karena proses menunggu untuk bisa buah cukup lama jadi harus benar-benar bibit yang bagus,” tegasnya.

Menanam pohon durian memang butuh kesabaran dalam masa menunggu berbuah, setidaknya 4 sampai 5 tahun pohon durian baru bisa mulai berbuah. Di saat menunggu pohon tumbuh dengan baik, lahan sekitar durian yang tidak terpakai bisa ditanami tanaman ringan yang bisa cepat dipanen, misalnya pohon pisang, singkong, kolam ikan, dan budidaya kambing atau kelinci.

Tanaman durian yang banyak ditanam Daud adalah jenis durian Masmuar atau D 168. Bibitnya dari Johor Kampung Muar di Malaysia. “Tipe ini kualitasnya masih di bawahnya Musang King. Di Malaysia gradenya nomor lima tapi di Indonesia bisa dijual sekilonya 50-100 ribu,” katanya.

Ia mengakui, satu pohon yang ia tanam bisa menghasilkan antara 100-150 butir durian. Setiap buahnya harganya bisa berkisar antara 50-150 ribu, tergantung jenis durian yang dipanen.

Menurut Daud, biasanya panen durian di Indonesia antara bulan Desember sampai Maret, sedangkan di Malaysia sekitar Juni-September. “Saat panen biasanya saya pasarkan di komunitas, dan mereka terkadang ke kebun sendiri,” paparnya.

Banyak dari pengunjung yang pernah melihat di kebun, tertarik  berinvestasi untuk memberdayakan pohon durian. “Mereka yang punya lahan, saya hanya mendampingi dalam proses menanam dan memelihara pohon durian,” ujarnya.

Daud beranggapan, bahwa saat ini permintaan buah durian yang berkualitas besar tapi supply-nya sangat kurang, artinya prospek investasi buah durian ini sangat menjanjikan. Bahkan di Malaysia, durian jenis Musang King sudah dikontrak oleh Cina sebesar 1.2 triliun di tahun 2019. “Indonesia yang memiliki tanah yang subur bisa melebihi Malaysia jika pemberdayaan tanama durian bisa dimaksimalkan,” jealsnya.

Terkait dengan cocok tidaknya lahan yang akan ditanami pohon durian, Daud menjelaskan, bahwa sekarang jangan berpikir tanah kita cocok atau tidak cocok untuk pohon tertentu, sementara Israel yang tanahnya tandus bisa menanam apa saja. “Insinyur pertanian sekarang sudah bisa mendeteksi nutrisi yang bisa diberikan pada kondisi tanah tertentu,” paparnya.

Daud yang jebolan Pondok Gontor tahun 1967 ini berharap, ke depan pesantren yang memiliki lahan luas dan tidak terpakai bisa dicoba pengembangan pohon durian. Ke depan, lima tahun berikutnya kebun durian akan bisa menghasilkan pemasukan untuk pesantren.

Dari segi pengelolaan tanaman durian mudah, sementara komersialnya sangat menjanjikan. Satu pohon durian yang ia tanam berumur 10 tahun bisa menghasilkan 100-125 butir, dengan harga mulai dari 50 ribu hingga 200 ribu rupiah.

Asumsinya jika satu butir harga 50 ribu, maka dikali 100 buah dapat lima juta satu pohon. Kalau 1 hektar bisa ditanami 100 pohon. Maka dalam satu musim bisa menghasilkan 500 juta per satu hektar. Jika biaya pemeliharaan sekitar 30 persen, maka yang sisanya 70 persen atau 350 juta, lalu dibagi 12 bulan maka hasilnya 29 juta per bulan. “Itu jika patokannya hanya 50 ribu, jika harga di atas itu akan lebih besar lagi hasilnya,” jelasnya.

Daud menjelaskan, dalam masa menunggu selama lima tahun, lahan kosong sekitar tanaman bisa digunakan untuk tanaman ringan yang cepat panen. Misalnya ditanami pohon pisang, sayuran, budidaya ikan atau peternakan kambing dan kelinci yg kotorannya bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik. Sehingga tanah yang kosong bisa dimaksimalkan pemanfaatannya. “Jika ada pesantren yang ingin memberdayakan tanahnya untuk tanaman durian, saya siap untuk mendampingi semampu saya,” tuturnya.

Lelaki paruh baya kelahiran Boyolali tahun 1950 ini benar-benar mendedikasikan dirinya untuk dunia pertanian, khususnya dalam pemberdayaan pohon durian. “Banyak anak muda yang datang untuk minta bimbingan cara investasi tanaman durian ini,” ujarnya.

Pendidikan yang ia dapatkan selama nyantri di Gontor, terutama tentang jiwa berpikir bebas telah memberikan sumbangsih pada dirinya hingga ia bekerja di lembaga keuangan hingga perkebunan.

“Berpikir bebas mencari ilmu apa saja yang tidak dilarang saat mondok, karena kebebasan itu saya saat awal bekerja di bidang pengedaran uang dan dididik di Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia selama tiga tahun di bidang akuntansi namun setelah pensiun malah berujung beraktivitas di pertanian.  Jadi lulusan pondok yg belum bisa menjadi kiai atau ustadz, dapat malakukan kegiatan apa saja yang bermanfaat untuk masyarakat,” papar lelaki beranak tiga dan bercucu empat ini. [Fathur]

Tags: dawud suwarnoDurian
Share536Tweet335Send
Previous Post

Segarnya Wisata Air di Banyumas

Next Post

Presiden Tebboune Tunjuk Abdelaziz Djerat sebagai PM Aljazair

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

0
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

0
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

0
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

0
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

4 June 2026
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

4 June 2026
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

4 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result