Gontornews — Banyumas adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang wilayahnya dikepung oleh daratan. Di bagian utara kabupaten ini terdapat Gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.
Keberadaan Gunung Slamet membuat Banyumas ketiban berkah dengan banyaknya air terjun serta kawasan asri yang dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata alam yang sangat terkenal, salah satunya yaitu Baturraden.
Mungkin sebagian bertanya, bukankah Baturraden itu ada di Purwokerto? Ya, nama Purwokerto memang lebih dikenal wisatawan, tapi sebenarnya ini adalah nama ibukota dari kabupaten Banyumas.
Menuju Baturaden bisa melalui dari Purwokerto, karena lokasinya berada di sisi utara kota Purwokerto, sekitar 15 km dari pusat kota atau sekitar 15-20 menit. Wilayah Baturaden terbilang sejuk dan akan bertambah dingin bila malam tiba.
Sejak akhir tahun 1990-an, kawasan ini menjadi andalan pariwisata. Wajar saja karena di sini terdapat berbagai macam objek wisata yang bisa Anda kunjungi sambil menghabiskan waktu bersama keluarga.
Untuk mengetahui destinasi traveling lainnya yang dimiliki Banyumas, terutama destinasi wisata air di Baturaden, sebaiknya ikuti kupasan pariwisata air di kota yang terkenal dengan dialek โngapakโ ini.
Curug Pitu dan Teluย
Pancuran atau curug (lazim digunakan masyarakat dalam Bahasa Jawa) menjadi wisata alam yang umumnya terdapat di pegunungan. Di Baturaden terdapat dua curug paling populer, yaitu Curug Pitu dan Curug Telu.
Seperti namanya, Curug Pitu memiliki tujuh air terjun kecil, sedangkan Curug Telu memiliki tiga air terjun kecil. Letak Curug Telu sendiri berada di bawah Curug Pitu.
Curug iniย terletak sekitar 3 kilometer dari Lokawisata Baturraden. Kawasan ini selalu ramai dikunjung wisatawan dari berbagai daerah. Rata-rata mereka datang dengan tujuan untuk terapi kesehatan. Bagi yang mau pelayanan lebih, ada warga yang menawarkan pijat sekaligus spa tradisional menggunakan belerang.
Curug-curug yang memancarkan air panas dari dalam bumi ini mengandung belerang. Suhunya mencapai 60-70 derajat Celcius. Di sini, dibuka pemandian air panas karena air belerang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit kulit.
Telaga Sunyi
Jika wisatawan butuh keheningan di alam, maka Telaga Sunyi bisa menjadi tempat alternatif untuk menikmati suasan alam. Di telaga ini hanya terdengar gemericik air mengalir saja. Keberadaan Telaga Sunyi berjarak hanya hampir 3 kilometer dari pusat loka wisata Baturaden, sehingga pengunjung hampir dapat dipastikan mendatangi tempat ini.
Telaga Sunyi Baturaden dikelilingi bebatuan di sekitarnya. Ada pula tebing yang di tengahnya mengalir air jernih. Aliran air ini ternyata berasal dari sumber mata air di Gunung Slamet. Di sekitar telaga, terdapat pepohonan hijau yang terdiri dari pohon damar dan pinus. Sementara air di dalam kolamnya bening dan menyegarkan. Pengunjung dapat melihat dasarnya, saking jernihnya.
Telaga berwarna biru tosca ini memiliki kedalaman hingga 3 meter. Tempat ini biasa dijadikan tempat untuk berenang juga snorkeling hingga ke dasar. Sementara pemandangan di dasarnya juga tak kalah menawan.
Curug Bayan
Satu di antara banyak curug di Baturraden yakni Curug Bayan yang terletak di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger. Cukup mudah untuk menjangkau curug ini.
Perjalanan dari Purwokerto sekitar 30 menit untuk sampai ke curug ini. Sebelum sampai perempatan terminal bawah Baturraden, ambil jalan ke kiri, ada gapura bertuliskan Selamat Datang di Desa Wisata Ketenger.
Infrastruktur jalan sudah cukup baik untuk menuju lokasi curug Bayan. Berbagai alternatif jalan bisa menjadi pilihan untuk semakin membawa pengalaman berpetualang bersama alam.
Sebelum sampai ke curug ini, wisatawan harus melalui jembatan peninggalan Belanda di sebelah kiri jembatan terdapat dam atau bendungan yang dibangun pada era penjajahan Jepang.
Curug Bayan tidak terlalu tinggi, hanya sekitar tujuh meter. Namun, air yang mengalir dan jatuhnya air dari curug sangat deras. Sehingga disarankan pengunjung berhati-hati saat berenang.
Bagi yang jauh dari Purwokerto disediakan juga cottage untuk menginap dengan harga terjangkau. Berwisata memang tak harus mahal. Curug Bayan yang merupakan satu diantara sekian curug di Baturraden bisa menjadi pilihan alternatif untuk berwisata alam.
Curug Jenggala
Curug Jenggala dikelola oleh KPH Perhutani Banyumas bersama warga desa sekitar, Curug Jenggala memang tidak terlalu tinggi, namun memiliki aliran air yang cukup deras.
Awalnya air terjun ini bernama Curug Tempuan, setelah berdiskusi dengan masyarakat sekitar akhirnya nama tempat wisata ini diganti menjadi Curug Jenggala yang merujuk pada nama juru kunci hutan pada zaman dahulu.
Lokasi dari Curug Jenggala sendiri tidak jauh dari Curug Pengantin, tepatnya berada di bawah jalan menuju Curug Pengantin, jadi jika pernah berkunjung ke Curug Pengantin berarti pernah melewati jalan menuju Curug Jenggala ini.
Sebelum menuju ke Curug Jenggala, untuk bisa sampai di lokasi air terjun ini harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari tempat parkir dengan berjalan kaki. Jalan menuju air terjun sudah ditata rapi, jadi memudahkan kita untuk cepat sampai di lokasi air terjun. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan dan sejuknya udara hutan di kawasan wisata Curug Jenggala ini.
Curug Penganten
Curug Pengantin berada di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas.ย ย Perjalanan menuju Curug Penganten harus dilalui dengan penuh kesabaran. Pasalnya pengunjung harus jalan kaki selama hampir 1 jam.
Curug Penganten memang belum terkenal seperti curug lainnya di Banyumas, namun air terjun ini tak kalah indahnya dari yang lain. Air terjun ini kurang lebih 8 km dari Kecamatan Wangon. Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 25 m. Debit air di air terjun ini cukup besar bila sedang musim penghujan, namun jika kemarau debit airnya tidak begitu besar, namun tidak pernah kering.
Akses jalan menuju air terjun ini memang tidak begitu sulit, namun perlu kewaspadaan dan kehati hatian. Untuk menuju ke air terjun ini bisa menggunakan kendaraan bermotor, namun harus dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh 800 m. [Fathurroji]





















