15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Jejak

Perlawanan Kiai Zainal kepada Penjajah di Bumi Tasikmalaya

Fathur Roji by Fathur Roji
29 December 2019
in Jejak
0
Perlawanan Kiai Zainal kepada Penjajah di Bumi Tasikmalaya

Gontornews — Dia punya nama kecil Umri dan Hudaemi, setelah menunaikan ibadah haji, ia mengubah nama menjadi Zainal Mustafa. Ia keturunan orang biasa, tapi mampu menjadi luar biasa dengan sepak terjangnya melawan penjajah saat itu. Berikut kisahnya.

Kapan ia lahir masih belum ada data valid, ada yang menyebut tahun 1901, sebagian lagi mengatakan tahun 1899. Ayahnya, Nawapi, adalah seorang petani di Kampung Bageur-Cimerah, Singaparna, Tasikmalaya. Sedangkan ibunya, Ratmah, seorang ibu rumah tangga.

Umri panggilan masa anak-anak mulai belajar ilmu agama Islam di Pesantren Gunung Pari yang dipimpin Ajengan Zainal Mukhsin. Setelah 7 tahun di Gunung Pari, Umri nyantri di Pesantren Jamais, diteruskan ke Pesantren Sukaraja, Garut. Setelah itu ke Pesantren Sukamisikin, Bandung. Di pesantren ini Umri mengubah nama menjadi Hudaemi.

Dari Sukamiskin, Hudaemi balik ke Tasikmalaya dan berguru ke Kiai Muttaqien di Pesantren Cilenga, Singaparna. Ia menjadi asisten Kiai Muttaqien. Hudaemi memiliki keinginan suatu saat bisa mendirikan dan mengelola pesantren.

BACA JUGA

KH Ahmad Sahal, Sosok Pendidik yang Sederhana

KH Ali Maksum: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pesantren Krapyak

KH Bisri Syansuri, Perintis Pesantren Putri di Indonesia

Ahli Tafsir Alumni Gontor, Prof Roem Rowi Wafat, Ini Kiprah Semasa Hidupnya!

Machmud Singgirei Rumagesan Pahlawan Muslim dari Tanah Papua

Pada 1927 sebuah pesantren berdiri di Kampung Bageur Cikembang Girang, Desa Cimerah, Singaparna. Pada tahun 1937 Hudaemi pun menunaikan ibadah haji. Pada momentum ini ia mengubah namanya menjadi Zainal Mustafa.

Dalam buku berjudul Ulama-Ulama Oposan, Subhan SD menyatakan, sekembali dari Mekkah, Kiai Zainal melakukan aktivitas keilmuan, di antaranya menerjemahkan Al-Qur’an dan kitab-kitab lain ke dalam bahasa Sunda.

Di pesantrennya diajarkan Sejarah Indonesia dengan materi kecintaan dan pembelaan Tanah Air. Karena langkahnya ini Kiai Zainal diawasi polisi intelijen kolonial (Politieke Inlichtingen Dienst). Prinsip yang dipegangnya adalah hubbul wathon minal iman; cinta tanah air adalah bagian dari iman.

Kiai Zainal adalah Wakil Syuriah NU Tasikmalaya. Di masa itu, NU merupakan organisasi Islam yang berani bersikap kritis dan mengecam beberapa kebijakan pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Begitu juga Kiai Zainal kerap melontarkan kritik terhadap Ordonansi Guru tahun1925. Akibatnya, pemerintah kolonial merasa terganggu. Pada 17 November 1941 Kiai Zainal bersama KH Ruchiyat, KH Sirodj, Hambali, dan Syafii ditangkap dan dimasukkan ke penjara Tasikmalaya, kemudian dipindah ke penjara Sukamiskin, Bandung dan penjara Ciamis pada Februari 1942.

Situasi politik berubah cepat. Pada 8 Maret 1942 pemerintah kolonial Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada balatentara Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Selanjutnya yang menjadi penguasa di Indonesia adalah Jepang.

Pada 31 Maret 1942 Jepang membebaskan semua tahanan politik yang sebelumnya ditahan oleh Belanda, termasuk Kiai Zainal. Jepang nampaknya ingin bekerjasama dengan para kiai di Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur. Tapi Kiai Zainal Mustafa tidak tertarik dengan ajakan itu dan ingin mengurusi pesantren.

Kiai Zainal menolak kerjasama karena adanya ketentuan Seikerei, yaitu sikap membungkuk ke arah timur di pagi hari sebagai penghormatan terhadap Kaisar Jepang (Tenno Haika).

Masa Jepang adalah masa paling kejam terhadap rakyat Indonesia. Badan pangan Jepang yang bernama Kumiai, bertindak melampaui batas dengan merampas hampir semua hasil panen dan pangan pangan milik rakyat. Akibatnya bencana kelaparan terburuk sepanjang sejarah terjadi di hampir masyarakat pedesaan, termasuk pesantren yang ia kelola.

Disebutkan pada tahun 1943 Kiai Zainal diam-diam melakukan persiapan perlawanan. Untuk tujuan ini, telah dilakukan kontak dengan beberapa pesantren di Tasikmalaya. Selain itu juga dilakukan hubungan dengan kesatuan batalyon PETA (Pembela Tanah Air) yang dipimpin Daidancho Maskun. Akhirnya persiapan yang dilakukan dengan membentuk barisan santri dan rakyat untuk melindungi area pesantren. Jumlahnya sebanyak 509 orang.

Pada 23 Februari 1944 Jepang mengirim utusan ke pesantren. Mereka mengancam Kiai Zainal, para santri, dan penduduk desa. Esoknya, 24 Februari, Jepang mengerahkan pasukan Kempetai yang dipimpin pejabat lokal yang memihak Jepang.

Terjadi bentrok fisik dengan para santri. Senjata-senjata Jepang berhasil direbut. Pada 25 Februari 1944 sebelum pelaksanaan Shalat Jum’at, Kiai Zainal menyampaikan memberi kebebasan pilihan jika ada santri memilih mengundurkan diri atau pulang ke kampung masing-masing. Semua santri ternyata lebih memilih ikut melawan.

Saat khutbah Jumat, Jepang mengepung rapat pesantren dan masjid. Kiai Zainal meminta jamaah tenang dan menyelesaikan Shalat Jumat. Setelah itu ditemuinya pasukan Kempeitai di Gunung Bentang.

Setelah itu perwira Jepang membujuk Kiai Zainal tidak akan dihukum asal mau minta ampun. Jamaah pun tersinggung karena perkataan perwira Jepang, bahwa jika satu orang Jepang mati maka harus ditebus seribu nyawa orang Indonesia. Suasana pun berubah gaduh, dan Jepang telah bersiap.Saat itu juga Kiai Zainal mengeluarkan komando perlawanan.

Karena kalah senjata, Kiai Zainal dan para santri mundur pada menjelang malam. Tentara Jepang selanjutnya merangsek ke pesantren. Mertua Kiai Zainal, H Syamsuddin, dibunuh Jepang di tempat itu.

Malam itu juga, Kiai Zainal yang mundur ke Kampung Cihaur dan ditangkap bersama pengikutnya. Penjara Tasikmalaya menjadi penuh, dan Kiai Zainal sendiri menjalani proses interogasi selama 3 bulan. Interogasi itu dilakukan dengan siksaan-siksaan berat. Setelah itu, keberadaannya tidak jelas karena Kiai Zainal dipindahkan ke Cipinang, Jakarta.

Hingga Indonesia merdeka, keberadaan Kiai Zainal masih belum jelas. Baru pada tahun 1970 didapatkan keterangan; Kiai Zainal dan para santri telah dibunuh Jepang pada 25 Oktober 1944.

Kemudian pada 23 Maret 1970 keberadaan makam para syuhada bangsa itu ditemukan,yakni di Pemakaman Ereveld, Ancol, Jakarta Utara. Makamnya kemudian dipindahkan ke Taman Pahlawan Sukamanah, Tasikmalaya, pada tahun 1973. Sebagai pengakuan atas perjuangannya, pemerintah Republik Indonesia menganugerahi KH Zainal Mustafa sebagai Pahlawan Nasional. [Fathurroji]

 

Tags: zainal mustafa
Share80Tweet50Send
Previous Post

Masjid Jami Gresik Jejak Islam di Kota Wali

Next Post

Segarnya Wisata Air di Banyumas

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result