New Delhi, Gontornews — Setidaknya tujuh orang tewas dan 150 lainnya cedera dalam bentrokan antara kepolisian India dengan pendemonstran di New Delhi, India, Selasa (25/2). Kerusuhan ini disebut-sebut sebagai kerusuhan paling mematikan sejak protes terhadap UU Kewarganegaraan di India menggema dua bulan lalu.
βTujuh orang termasuk satu kepala kepolisian New Delhi, dilaporkan meninggal dunia,β ungkap perwira kepolisian, Anil Mittal, kepada Reuters.
Dalam demonstrasi tersebut, ribuan orang menyampaikan penolakannya terhadap UU Kewarganegaraan yang dinilai diskriminatif. Pihak kepolisian merespon demonstrasi tersebut dengan tembakan gas air mata serta granat asap.
βBeberapa orang yang dibawa menderita luka tembak,β ungkap petugas Rumah Sakit Guru Teg Bahadur, di New Delhi, Dr Rajesh Kalra.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah sekolah di sekitar lokasi demonstasi ditutup. Tidak hanya itu, lima stasiun metro di kota juga terpaksa ditutup akibat belum meredanya protes terhadap pengesahan UU Kewarganegaraan di India.
Seorang pejabat dari dinas pemadam kebakaran New Delhi melaporkan setidaknya delapan kasus pembakaran yang terjadi selama demonstrasi. Satu kendaraan milik pemerintah dibakar masa dan sejumlah petugas pemadam kebakaran juga mengalami luka bakar akibat kekerasan tersebut.
Demonstrasi anarkis ini terjadi sejak Senin (24/2) saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan kunjungan ke India. Trump dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, dijadwalkan bertemu keesokan harinya.
Kepala Menteri Delhi, Arvind Kejriwal, menghimbau masyarakat yang melakukan demonstrasi untuk menjaga perdamaian. βApapun masalahnya, mari kita selesaikan secara damai,β katanya Kejriwal.
βKekerasan tidak akan membantu kita menemukan solusi,β imbuhnya.
Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, dijadwalkan bertemu dengan Kejriwal dan pihak kepolisian setempat untuk membahas situasi tersebut.
Meski sejumlah demonstrasi anarkis terjadi, Presiden Trump tetap memuji India sebagai negara yang toleran.
βIndia adalah negara yang dengan bangga merangkul kebebasan, kebebasan hak individu, supremasi hukum dan menjunjung tinggi martabat setiap manusia,β kata Trump saat berpidato di hadapan lebih dari 100.000 warga Gujarat, kampung halaman PM Modi.
βPersatuanmu adalah inspirasi bagi dunia,β pungkas Trump. [Mohamad Deny Irawan]





















