New York, Gontornews — Dewan Keamanan PBB mengecam Houthi yang menduduki bekas kompleks kedutaan AS di Sana’a, Yaman, dan menyerukan milisi yang didukung Iran itu untuk segera menarik gerilyawannya dari tempat itu dan membebaskan para tahanan.
Arabnews.com melansir, AS telah mengeluarkan seruan serupa kepada Houthi pekan lalu setelah pemberontak itu menyerbu kompleks yang sebelumnya menjadi kedutaan AS dan menyandera sejumlah orang Yaman yang bekerja di tempat itu.
Penggerebekan kedutaan itu dilakukan setelah kunjungan misi yang mewakili lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan China). Selama kunjungan, mereka menyuarakan dukungan kepada pemerintah Yaman dan mengkritik Houthi, mengutuk serangan mereka terhadap Arab Saudi dan serangan terhadap Marib yang sedang berlangsung.
Departemen Luar Negeri AS telah berjanji untuk mengintensifkan upaya diplomatiknya demi mengamankan pembebasan staf dan mengosongkan kompleks itu.
AS memindahkan kedutaannya ke Riyadh pada 2015 pada awal perang saudara di Yaman.
Anggota dewan keamanan secara khusus menyerukan perlindungan misi diplomatik yang telah ditarik sementara, bersama dengan properti dan arsipnya.
Dalam sebuah pernyataan, dewan mengingatkan prinsip-prinsip dasar dalam Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik dan Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler terutama larangan terhadap intrusi ke dalam properti diplomatik serta tidak dapat diganggu gugatnya tempat misi dan kekebalan mereka dari penggeledahan, serangan, atau eksekusi.[]





















