pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 11 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Doktor Muda Lulusan Pesantren

Oleh Mohamad Deny Irawan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
1 July 2019
in Laput
0
Doktor Muda Lulusan Pesantren

foto: inspira data

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Bak peribahasa bahasa Arab terkenal, man ‘arafa bu’da al-safari, ista’adda (barangsiapa tahu seberapa jauhnya perjalanan, maka bersiaplah) tantangan masyarakat di masa mendatang diperkirakan akan sangat kompleks. Di saat populasi masyarakat bertambah, maka proses penyaringan dan seleksi pun akan semakin ketat.
Indonesia memerlukan doktor berpredikat santri. Doktor yang mampu berbicara dan berperan banyak demi meningkatkan kualitas masyarakat. Tidak hanya melalui mimbar perguruan tinggi. Tapi juga di mushala, masjid maupun majelis taklim-majelis taklim. Itu semua perlu dilakukan karena santri harus menjadi seorang yang intelek, bukan sekedar intelek yang tahu agama.

Suatu hari Faqih ingin masuk pondok pesantren. Keinginannya untuk belajar di pesantren tidak bertepuk sebelah tangan. Kedua orangtuanya meridhai putranya untuk belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) guna mendapatkan pendidikan, pengajaran, dan sudah tentu, ilmu pengetahuan.
Enam tahun kemudian, Faqih lulus dan mendapatkan tempat pengabdian di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, perguruan tinggi milik Pondok Modern Gontor. Sempat terketuk dalam hatinya, Faqih yang sebelumnya bertekad untuk mengabdi di PMDG agar bisa kuliah sembari mengajar, sedikit menyesal sembari bergumam dalam hati, “apa mungkin ini tempat pengabdian terbaik bagi saya?”
Alhasil, kehidupan perguruan tinggi ala pesantren yang dijalaninya telah membuat Faqih mengubah gaya belajar khas perguruan tinggi dan telah menentukan target ambisius di masa mendatang: menjadi doktor sebelum usia 30 tahun.
Secara matematis, target tersebut terbilang realistis karena untuk menempuh masa pendidikan dari sarjana ke jenjang doktoral ‘hanya’ membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun: 4 tahun pendidikan strata 1 (sarjana), 2 tahun pendidikan strata 2 (magister) dan 4 tahun pendidikan strata 3 (doktor).
Jika merujuk sistem pendidikan Mu’allimin 6 tahun atau pendidikan formal tingkat ‘aliyah atau sederajat pada usia 18-19 tahun, maka pendidikan doktor bisa selesai pada usia 28 tahun atau bahkan lebih cepat.
Dekan Fakultas Humaniora Universitas Darussalam Gontor Dr Ahmad Hidayatullah Zarkasyi mengatakan, meski berorientasi kepada masyarakat, santri juga harus memperkenalkan dirinya sebagai seorang intelek. “Gontor menjadikan keshalihan intelektual sebagai salah satu jalan dakwah,” kata Ustadz Hidayat, sapaan akrab Dr Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, kepada Majalah Gontor.
Ustadz Hidayat pun menambahkan, perguruan tinggi semacam UNIDA ataupun perguruan tinggi lainnya harus memiliki orientasi pada mendidik masyarakat. Bukan sekedar sarana meraih gelar sarjana ataupun pencarian lembaran ijazah saja.
Jihad Santri
Tak banyak santri yang memiliki kesempatan untuk mengejar mimpi menjadi mahasiswa pascasarjana program strata 3 (S3) dan meraih gelar doktor sepertri Kharis Fadhillah. Pria kelahiran Lampung 28 tahun silam tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan doktornya di usia 26 tahun 9 bulan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Malik Ibrahim, Malang.
Bagi Kharis, meraih gelar doktor bukan tujuan utama, melainkan hanya bagian dari awal perjalanan menuju fase selanjutnya. “Rasanya, menjadi doktor hanyalah awal dari perjalanan panjang pengabdian saya kepada masyarakat dan keilmuan,” kata Kharis kepada Majalah Gontor.
“Promotor saya sering mengingatkan tentang seberapa besar manfaat seorang doktor bagi masyarakat dari segala level: keluarga, masyarakat, lembaga, daerah, regional, nasional hingga internasional,” ujarnya.
“Keilmuan yang bisa kami bagi, baik secara teoritis ataupun praktis, bisa diklasifikasikan sebagai sejauhmana tolok ukur kualitas doktor yang saya miliki. Itulah yang menjadi tanggung jawab sekaligus tantangan seorang doktor di masa mendatang,” tambah alumnus Institut Studi Islam Darussalam (ISID) –sekarang UNIDA Gontor.
Sedangkan dari sisi kesulitan, Kharis mengaku bahwa untuk merumuskan teori baru memerlukan aktivitas akademik maupun kemampuan analisa yang memadai. Apakah itu melalui proses menelaah, menggabungkan, menganalisis teori, menyimpulkan hingga sampai menemukan teori yang baru.
“(Untuk mencetuskan teori baru) itu tidak mudah karena memerlukan fokus dan konsentrasi terus terhadap tema kajian yang dipilih. Semakin fokus maka akan cepat proses penyusunan selesai,” ujarnya.
Menurutnya, jika fokus terbagi-bagi kepada urusan selain disertasi seperti pekerjaan, rumah tangga dan keluarga, maka itu bisa mempersulit keadaan dan memperpanjang masa pendidikan. “Saya kira menempuh jenjang sampai S3 termasuk salah satu cita-cita yang tinggi. Maka saya memberanikan diri untuk menempuh dan alhamdulillah bisa selesai dengan predikat cumlaude,” katanya menginspirasi.
Pengabdi Masyarakat
Wakil Rektor 2 Universitas Darussalam Gontor Dr Setiawan Lahuri menuturkan, maraknya fenomena ataupun kesadaran untuk melanjutkan studi doktoral di usia muda merupakan fenomena yang patut disyukuri.
Menurut Ustadz Setiawan, sapaan akrab Dr Setiawan Lahuri, dengan maraknya doktor di usia muda, secara tidak langsung, juga akan berimbas pada panjangnya masa pengabdian mereka kepada masyarakat.
“Fenomena ini pantas untuk kita syukuri. Mereka yang meraih gelar doktor di usia muda juga memiliki masa yang panjang untuk mengabdi kepada masyarakat. Sekali lagi, hal ini tentu saja menjadi sebuah kesyukuran,” kata Ustadz Setiawan.
“Pengabdian keilmuan di masyarakat akan lebih panjang, dan diharapkan dapat memberikan dampak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, in syaa Allah,” tambahnya.
Sedangkan dari sisi perguruan tinggi, kehadiran doktor-doktor di usia muda juga menggairahkan semangat penelitian serta meningkatkan kinerja akademik dosen secara personal.
“Selama ini, kehadiran doktor-doktor muda sangat positif. Tren penelitian secara umum meningkat dan kinerja akademiknya juga baik,” ungkap pria peraih gelar doktor dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.
Senada dengan Setiawan, Direktur Institute for Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr Henri Sholahuddin juga menekankan bahwa gelar doktor merepresentasikan kepakaran seseorang. Karenanya, meraih gelar doktor di usia muda sangat diharapkan.
“Meraih gelar doktor di usia belia dapat membuka kesempatan-kesempatan untuk lebih mendalami bidang yang ditekuni,” kata Henri Sholahuddin kepada Majalah Gontor.
“Sebab, tenaga, idealisme dan cita-cita yang dimiliki anak muda akan mendorong untuk terus melakukan banyak riset. Pada titik itu, tentu saja doktor muda lebih memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya-karya yang gemilang daripada doktor-doktor yang sudah tua,” tambah Henri.
Ia memberi contoh bagaimana Rasulullah kerapkali mengorbitkan anak muda sebagai pemimpin dalam pertempuran. Tercatat ada nama Usamah bin Zaid, Khalid bin Walid, dan lain-lain. Dari dalam negeri, masyarakat Indonesia tentunya mengenal betul siapa Jenderal Sudirman maupun Bung Tomo dan bagaimana perannya dalam menghadapi perlawanan penjajah Belanda.
“Memberi kesempatan anak muda untuk memimpin pertempuran berarti mengapresiasi kemampuan mereka yang mampu memahami teknik pertempuran, siasat perang hingga seni kepemimpinan,” jelas Henri.
Ia mengatakan, dalam sejarah intelektual Islam, banyak ulama yang meniti karir ‘keulamaannya’ di usia muda. Itulah alasan di balik munculnya sebuah pepatah Arab populer Ta’allam ṣagīran wa’mal bihī kabīran, belajarnya di waktu muda dan amalkanlah di usia muda.
Jadi, jangan takut untuk terus belajar dan menggapai cita-cita setinggi ṣidratu al-muntahā. Percayalah, kesempatan belajar adalah kesempatan yang mahal dan akan sangat terasa mahal ketika kita tak mampu lagi untuk belajar di usia yang sudah senja. Ūṭlubi al-‘ilma mina al-mahdi ila al-laḥdi. []

Tags: DoktorMudaPesantren
Share113Tweet71Send
Previous Post

Tahfizh Leadership Mewisuda Calon Pemimpin Sekaligus Hafizh

Next Post

Sudan: Aksi Tuntut Pemerintahan Sipil, 7 Tewas 180 Terluka

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

0
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

0
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

0
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

0
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

8 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

8 October 2026
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result