Ponorogo, Gontornews — Dua dosen Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Kamis (22/12/2022), menjadi tim penguji di Karabük University Turki. Kedua dosen UNIDA Gontor yang menjadi penguji eksternal itu yaitu Wakil Rektor III Dr Khoirul Umam MEc dan Akhmad Affandi Mahfudz PhD CPIF yang saat menguji berada di Kazakhstan.
Keduanya bersama tiga penguji internal dari Karabük University Turki yaitu Prof Dr Saim Kayadibi (Turkiye), Dr Akram Alhamad (Suriah), dan Dr Hasan Tekin (Turki) berkenan menguji mahasiswa program doktor (S3) di Departemen Keuangan dan Perbankan Islam.
Dalam ujian yang berlangsung secara daring tersebut, Dr Khoirul Umam berkenan mengajukan pertanyaan seputar wakaf tunai di era Utsmani, peran wakaf tunai dalam kelembagaan keuangan kontemporer serta peran wakaf uang dalam mengantisipasi riba.
Sementara itu, dosen UNIDA Gontor kedua yang berkenan menjadi penguji eksternal, Dr Akhmad Affandi Mahfudz, mengajukan sejumlah pertanyaan yakni seputar sukuk dan crowdfunding serta model bisnis pendorong penerapan instrumen baru tersebut.
Sementara ketiga penguji lain, menyampaikan pertanyaan seputar metodologi penelitian dalam keuangan Islam, kebijakan struktur keuangan saat krisis dan pandemi, karakteristik ekonomi dan keuangan Islam.
Sebagai informasi, kerjasama dalam bidang penelitian merupakan implementasi pelaksanaan nota kesepakatan (MoU) antara Karabük University Turki dengan UNIDA Gontor. Penandatanganan kesepakatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 3 November 2021, silam.
Saat itu, kedua lembaga menandatangani nota kesepahaman (MoU) seperti pertukaran mahasiswa dan staf akademik, penelitian dan publikasi bersama, seminar bersama, workshop dan program-program pendidikan lainnya.
Karabük University merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Turki yang memiliki fasilitas sarana prasarana yang memadai serta pendidikan berkelas dunia. Salah satu fakultas unggulan Karabük University yaitu Fakultas Pariwisata Safranbolu yang mengelola salah satu hotel di Kota Tua Safranbolu Turki yang menjadi salah satu warisan dunia versi UNESCO. [Mohamad Deny Irawan]






















