Jakarta, Gontornews — Pusat Pengelola Kawasan Gelora Bung Karno (PPK GBK) membangun enam fasilitas ibadah tambahan untuk mendukung Asian Games 2018.
Enam fasilitas ibadah tambahan berupa mushala ini dibangun secara permanen. Selain itu, di 17 venue olahraga yang ada di kawasan GBK juga tersedia mushala.
Direktur Utama PPK GBK Winarto menjelaskan, pada setiap venue pertandingan minimal ada satu mushala. Bahkan untuk stadion utama, jumlah mushalanya bisa belasan.
“Mushala kita pisahkan antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, juga dilengkapi dengan toilet dan tempat wudhu. Satu venue lebih dari satu mushala,” ujar Winarto dilansir Republika, Kamis (16/8).
“Selain yang ada di venue, PPK GBK juga membangun enam mushala permanen yang sudah bisa digunakan saat Asian Games 2018 ini,” lanjutnya.
Sementara, Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPK GBK Gatot Tetuko menjelaskan, enam mushala itu berada di Coldron di Paksa Tenggara, sekitar gedung basket, sekitar lapangan hoki, sekitar lapangan tenis, serta di kawasan parkir timur yang menempel dengan gedung parkir di JCC dan dekat Istora.
“Selain mushala permanen yang kita bangun, pihak panitia pelaksana jika membuat acara di kawasan GBK, kita minta untuk membuat mushala tambahan jika banyak melibatkan massa. Termasuk Inasgoc yang menjadi Panpel Asian Games 2018,” kata Gatot.
Untuk kenyamanan beribadah, PPK GBK mendapat dukungan dari BNI Syariah yang membantu memberikan peralatan dan perlengkapan ibadah. Mulai dari sarung, mukena, sajadah, al-Qur’an, jam dinding, sandal, karpet, dll.
Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati, menyatakan, seluruh tempat ibadah yang ada di GBK sekitar 30, baik itu satu masjid, yakni Masjid Al Bina maupun mushala yang ada di GBK, baik di venue ataupun sekitar venue. Selama Asian Games ini perlengkapan ibadah disiapkan oleh BNI Syariah.
“Total keseluruhan mungkin ada 1.600 unit, itu terdiri dari sarung, mukena, al-Qur’an, sandal, hingga karpet. Kita ingin peserta dan penonton Asian Games tetap dapat beribadah dengan nyaman selama perhelatan ini. Namun, ini semua juga bisa dimanfaatkan setelah Asian Games,” kata Dhias Widhiyati. [Fathurroji]






















