Jakarta, Gontornews — Dua kali gempa kuat 6,4 dan 7 SR yang melanda Lombok pada 29 Juli dan 5 Agustus lalu telah mengakibatkan lebih dari 430 jiwa melayang dan sekitar 400 ribu jiwa lainnya mengungsi.
Meski begitu Bumi Seribu Masjid ini masih diguncang gempa susulan hingga saat ini.
Dengan spirit kemerdekaan Republik Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) membuat program khusus, yaitu Mobile Disaster Education (MDE) untuk mengajak masyarakat Lombok “Merdeka dari Bencana”.
Bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-73 ini, program MDE pertama kali akan dirilis di SMKN Pertanian Mataram, NTB.
Terkait hal ini Direktur DMII Wahyu Novyan menjelaskan, kesiapsiagaan masyarakat Lombok dalam menghadapi potensi bencana di masa depan, sudah seharusnya digelorakan. Sebab, dalam menghadapi bencana, jika mindset-nya masih menunggu bencana tiba, berarti masyarakat kita belum merdeka dari bencana. Karena secara mentalitas sudah kalah (oleh bencana).
“Akan tetapi, jika kita ubah mindset dengan kesiapsiagaan bencana, maka secara mental kita akan lebih tangguh. Ketangguhan itulah yang mendorong kita bisa merdeka dari bencana. Hal inilah yang menjadi alasan DMII-ACT membuat program Mobile Disaster Education(MDE),” ungkap Wahyu dalam website resmi ACT, Jumat (17/8).
Dijelaskan Wahyu, MDE adalah program khusus yang didesain untuk edukasi kesiapsiagaan bencana yang mampu menyasar beragam usia, mulai dari usia SD hingga dewasa. “MDE kami desain sebagai jawaban atas kebutuhan edukasi kesiapsiagaan bencana secara luas,” tuturnya.
Dikatakannya, MDE bisa masuk ke kompleks perumahan, sekolah-sekolah, perkantoran, rumah-rumah ibadah, bahkan termasuk pos pengungsian seperti di Lombok. MDE juga memiliki satu paket armada dan alat pendukung edukasi bencana. Satu unit MDE ini memiliki tiga fungsi.
Pertama, fungsi mobile library untuk membangun literasi bencana. Kedua, fungsi mobile story telling untuk bangun sisi afeksi masyarakat. Ketiga, fungsi mobile disaster simulation untuk membangun kebiasaan baru dan kemampuan dasar untuk lebih siaga bencana.
Menurut kajian tim DMII, ini adalah momen yang tepat untuk mengedukasi masyarakat tentang urgensi membangun kesiapsiagaan bencana. “Insya Allah program ini akan menjadi salah satu wujud nyata kami, DMII-ACT dalam memerdekakan bangsa kita dari bencana, yaitu dengan membangun kesiapsiagaan bencana di Nusantara,“ pungkas Wahyu. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















