San Salvador, Gontornews — Badan Investigasi Korupsi El Salvador menyelidiki donasi Taiwan senilai US$ 10 juta yang diduga dialihkan ke partai berkuasa. Jaksa mengatakan dana tersebut disumbangkan oleh Taiwan kepada kementerian luar negeri El Salvador, namun diduga dihabiskan untuk kampanye pemilihan Presiden Salvador Sanchez Ceren.
Jaksa Douglas Melendez mengatakan Kamis (13/9) dalam sebuah wawancara TV bahwa uang itu berasal dari 38 juta dolar AS yang diberikan Taipei kepada Kementerian Luar Negeri untuk digunakan di berbagai proyek.
Melendez menuduh dana tersebut dialihkan ke kursi kepresidenan dan diduga digunakan dalam kampanye partisan di bawah Presiden Mauricio Funes dalam pemilihan yang dimenangkan oleh Presiden Salvador Sanchez Ceren, sekutu partai FMLN dari Funes.
Presiden El Salvador Salvador, Sanchez Ceren menyampaikan pidato setelah memenangkan pemilu 2014.
Melendez juga mengatakan mantan Menteri Luar Negeri Hugo Martinez telah ditanyai lantaran diduga diserahkan ke kursi kepresidenan tersebut berada di bawah pengawasannya.
Baru-baru ini El Salvador telah mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke Cina daratan.
Awal pekan ini, mantan Presiden Tony Saca dari partai Arena dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena penggelapan dan pencucian uang bersama dengan beberapa rekannya.
Melendez mengatakan penyelidikan ini menunjukkan bahwa tidak ada yang memakai mahkota di negara ini. “Tidak ada yang di atas hukum,” katanya.
Funes adalah presiden El Salvador dari 2009 hingga 2014. Dia dan beberapa mantan pejabat dan anggota keluarga dituduh korupsi.
Namun pria yang saat ini memperoleh suaka di Nikaragua itu, menyangkal melakukan kesalahan. [Devi Lusianawati]




















