Ankara, Gontornews β Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada 7 Agustus bahwa Turki tidak akan menerima aneksasi ilegal Semenanjung Crimea.
Setelah bertemu dengan mitranya dari Ukraina di Ankara, Erdogan mengatakan dalam konferensi pers bersama, “Kelanjutan keberadaan saudara-saudara kita di ibu pertiwi mereka yang bersejarah, Crimea, perlindungan identitas dan budaya mereka, pelestarian hak-hak dasar dan kebebasan mereka adalah prioritas Turki.”
Dirilis hurriyetdailynews.com, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Rusia untuk menaati hukum internasional.
Dia menekankan bahwa Crimea adalah milik Ukraina.
Ia mengatakan, Ukraina dan Rusia akan menemukan jalan bersama untuk membangun kembali perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.
Dia menggambarkan Turki sebagai “tetangga yang baik, teman yang tulus dan mitra strategis yang penting,” dalam menyoroti pentingnya Turki dalam hubungan dengan Ukraina.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan terus-menerus Anda untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina,” kata Zelensky.
Ia ingin menjadikan negaranya “pusat daya tarik” bagi investor asing melalui reformasi ekonomi dan perdagangan. [RM]





















