Ankara, Gontornews – Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan, Pemerintah Joe Biden menyambut positif permintaan Turki untuk membeli 40 pesawat tempur F-16 setelah dikeluarkan dari program jet tempur gabungan F-35.
“Saya telah mengamati sikap positif dari Tuan [Presiden Joe] Biden tentang masalah ini [penjualan F-16], aspek lain dari masalah ini ialah Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat. Saya telah mengatakan kepadanya bahwa kami mengharapkan perhatiannya tentang masalah ini karena dia memiliki pengaruh di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat,” kata Erdogan pada konferensi pers setelah KTT G20 di Roma berakhir 31 Oktober.
Erdogan mengadakan pertemuan sekitar satu jam dengan Biden di sela-sela KTT untuk membahas berbagai masalah, termasuk permintaan Turki baru-baru ini untuk membeli 40 pesawat tempur F-16 dan 80 kit modernisasi untuk armadanya.
Turki secara resmi mengajukan permintaan sebagai upaya untuk menjaga angkatan udaranya tetap utuh setelah dikeluarkan dari program jet tempur gabungan F-35 karena pembelian sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia.
Erdogan menyebutkan bahwa Turki membayar 1,4 miliar dolar untuk program F-35 dan mengatakan dia berdiskusi dengan Biden bagaimana memajukan kerjasama industri pertahanan. “Isu memodernisasi F-16 yang kami miliki atau memberikan F-16 baru mengemuka [dalam pertemuan dengan Biden]. Menteri pertahanan kami mengikuti prosesnya,” katanya dikutip Hurriyetdailynews.com.
Sebuah pernyataan dari Gedung Putih yang dirilis setelah pertemuan itu mengatakan, “Presiden Biden menegaskan kembali kemitraan pertahanan kami dan pentingnya Turki sebagai sekutu NATO, tetapi mengkhawatirkan kepemilikan Turki atas sistem rudal S-400 Rusia.”[]






















