Ankara, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan mitranya dari AS Donald Trump pada 18 Oktober membahas zona aman yang akan didirikan di sebelah timur Eufrat di Suriah utara, melalui percakapan telepon.
“Saya berharap upaya bersama Turki dan AS akan berlanjut untuk perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas kawasan kita,” kata Erdogan dalam postingan di Twitter.
Turki dan AS sepakat pada 17 Oktober untuk menghentikan operasi anti-teror Turki di Suriah utara.
Dalam pembicaraan itu, Erdogan mengaku senang karena kedua negara bisa memperkuat hubungan bilateral.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada 18 Oktober mengatakan bahwa tidak ada pasukan di darat untuk menerapkan zona aman di timur laut Suriah di mana Turki berupaya memastikan daerah itu untuk kembalinya pengungsi.
“Tidak ada pasukan darat AS yang berpartisipasi dalam penegakan zona aman ini, namun kami akan tetap berkomunikasi dengan Turki dan YPG,” kata Esper saat konferensi pers.
Esper berharap bertemu dengan mitranya dari Turki, Hulusi Akar, pekan depan di Brussels untuk memastikan solusi politik yang langgeng di Suriah. [RM]






















