Istanbul, Gontornews — Operasi militer Turki yang sedang berlangsung di Suriah utara bertujuan membersihkan perbatasan dari para teroris dan hanya dilakukan terhadap kelompok-kelompok teror. Demikian dikatakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoฤan, Ahad (13/10).
“Sangat jelas bahwa operasi kami menargetkan bukan orang-orang Suriah, atau orang-orang Kurdi di sana, tetapi teroris,” kata Erdogan pada konferensi pers di Istanbul.
Seperti dirilis hurriyetdailynews.com, Erdogan mengatakan, langkah-langkah telah diambil berkenaan dengan “Operasi Peace Spring” tidak membahayakan warga sipil.
“Kekuatan militer Turki cukup untuk menghancurkan organisasi teroris dalam beberapa hari di semua zona operasi,โ katanya.
Erdogan mencatat bahwa 18 warga sipil, kebanyakan dari mereka anak-anak, terbunuh dalam serangan YPG di provinsi perbatasan Turki, dan 147 lainnya terluka.
Militer Turki dan sekutunya, Tentara Nasional Suriah (SNA), akan maju 30-35 kilometer ke wilayah Suriah, dan mereka telah menguasai kota Ras al-Ain, kata presiden.
Erdogan mengatakan, pasukan pimpinan Turki juga telah mengepung kota perbatasan Suriah Tel Abyad. Ia menambahkan, dua tentara Turki dan 16 anggota SNA tewas dalam operasi itu.
Presiden juga mengatakan bahwa ancaman sanksi dan embargo senjata oleh kekuatan Barat tidak akan menghentikan operasi Turki.
โSetelah kami meluncurkan operasi kami, kami menghadapi ancaman seperti sanksi ekonomi dan embargo penjualan senjata. Mereka yang berpikir dapat membuat Turki menghentikan operasi dengan ancaman, sangat keliru,โ tandas Erdogan. [RM]




















