Ankara, Gontornews — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, April 2020 mendatang, Turki akan mengerahkan sistem S-400 secara keseluruhan. Nantinya, Ankara akan menjadi negara pertama NATO dengan sistem rudal Rusia.
Dalam peringatan ke tiga tahun Kudeta berdarah di Ankara, Erdogan mengatakan kedepannya Turki akan terus bekerja sama dengan Rusia dalam memproduksi sistem rudal yang dapat mencapai 36 target dalam radius 400 km dan ketinggian 27 km tersebut.
“Sudah beberapa hari kemarin kami telah menerima S-400 kami, sebagian mereka yang tidak dapat membelinya akan mereka pasang di situ web mereka 2020 nanti, Inyaallah, ” katanya, Aljazeera.
Meskipun terus mendapatkan kecaman dan peringatan AS soal pembelian sistem rudal S-400, sejak beberapa hari lalu, Rusia telah mengirimkan sistem tempur miliknya itu ke Turki.
Erdogan juga menjelaskan, S-400 merupakan sistem pertahanan terkuat untuk melawan pihak manapun yang ingin menyerang negaranya itu.
“Sekarang tujuannya adalah produksi bersama dengan Rusia. Kami akan melakukan itu,” katanya lagi.
Sementara itu, kecamaan AS ke Turki dengan sanksi terus berjalan. Bahkan AS juga telah mengeluarkannya dari program jet tempur F-35.
Washington mengatakan sistem rudal Rusia merupakan ancaman bagi F-35 dan Turki tidak dapat memiliki keduanya.
Mengenai waktu dan lokasi pemasangan S-400 belum disampaikan Turki tetapi negara itu akan menjadi anggota NATO pertama yang mengoperasikan sistem pertahanan permukaan udara Rusia, yang dapat mencapai target sejauh 400 km jauhnya.
Sementara itu, kementerian Pertahanan Turki mengatakan Pesawat Rusia kesembilan yang membawa S-400 mendarat di pangkalan militer Murted di Ankara pada Senin (15/7) kemarin. [Devi Lusianawati]






















