Ankara, Gontornews — Militer Turki akan menyerang pasukan rezim Suriah melalui udara atau darat di mana saja di Suriah jika seorang tentara Turki terluka, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pada 12 Februari.
“Jika ada cedera terkecil pada tentara kami di pos pengamatan atau tempat lain, saya menyatakan dari sini bahwa kami akan menghantam pasukan rezim di mana-mana mulai hari ini, terlepas dari perbatasan Idlib atau garis-garis perjanjian Sochi,” kata Erdogan dikutip hurriyetdailynews.com.
Dia merujuk pada kesepakatan Sochi 2018 dengan Rusia. Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Pernyataan presiden tersebut disampaikan dalam pertemuan kelompok parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di ibukota, Ankara.
“Kami akan melakukan ini dengan cara apa pun yang diperlukan, melalui udara atau darat, tanpa ragu-ragu, sesegera mungkin,” katanya.
Rusia, yang memiliki pangkalan udara di Suriah, telah mengendalikan ruang udara Idlib selama beberapa tahun.
Erdogan mengatakan Turki bertekad untuk mendorong pasukan rezim di luar pos pengamatan Turki di wilayah Idlib barat laut pada akhir Februari.
Dia juga mengatakan oposisi Suriah yang didukung Turki telah memobilisasi untuk mendorong pasukan rezim keluar dari Idlib. Dia juga memperingatkan oposisi sekutu untuk tidak memberi pasukan rezim alasan untuk menyerang.
“Kami telah memberikan pesan bahwa kami akan bertindak tanpa kompromi dengan mereka yang berasal dari kelompok oposisi yang bertindak dengan cara yang tidak disiplin dan memberikan alasan kepada rezim untuk menyerang,” katanya.
Pernyataan Erdogan datang setelah lima tentara Turki tewas dan lima lainnya cedera dalam serangan pasukan rezim Assad di Idlib, Suriah barat laut pada 10 Februari, menyusul serangan serupa pekan lalu yang menewaskan tujuh tentara dan seorang kontraktor sipil yang bekerja untuk militer Turki.
Turki sejak itu membalas kedua serangan, memukul sejumlah target dan membunuh sekitar 200 pasukan rezim Assad.
Perjuangan rakyat Suriah untuk kebebasan juga merupakan perjuangan Turki, Erdogan menambahkan. []




















