Istanbul, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada 31 Agustus bahwa Turki akan memberlakukan rencana operasinya sendiri jika pasukan Turki tidak mengendalikan “zona aman” di timur laut Suriah, yang telah direncanakannya dengan Amerika Serikat.
Turki tidak punya waktu dan kesabaran dan ingin sesegera mungkin membangun zona aman di sepanjang garis Eufrat timur, di sepanjang perbatasan Suriah,” kata Erdogan dalam pidatonya pada upacara kelulusan Universitas Pertahanan Nasional di Istanbul, Turki.
“Jika tentara kami tidak mengendalikan wilayah itu dalam beberapa minggu, kami akan menerapkan rencana operasi kami sendiri,” katanya dikutip hurriyetdailynews.com.
Dia tidak merinci apa rencana operasi itu, tetapi dia sebelumnya telah memperingatkan bahwa Turki akan melakukan serangan lintas-perbatasan sendiri untuk membersihkan perbatasannya dari YPG jika diperlukan.
Erdogan juga menggarisbawahi, Turki tidak memiliki niat untuk meninggalkan NATO dan sekutunya.
YPG adalah cabang Suriah dari PKK, organisasi yang dicap teroris oleh Turki, AS, dan UE.
Turki dan Amerika Serikat telah mendirikan pusat operasi gabungan untuk zona aman yang direncanakan di sepanjang perbatasan timur laut Suriah. Tapi kedua negara itu berselisih mengenai ukuran zona atau struktur komando pasukan untuk beroperasi di sana. [RM]





















