Jakarta, Gontornews — Salah satu pelaku UKM yang sudah ekspor dan bergabung dengan Aspenku.com di ajang Muslim Life Fest 2022 yaitu Euis Rohaini dari CV Rajasa Mas Jaya yang bergerak di bidang produksi batik dan kerajinan.
“Untuk produk batik, kami mulai bergerak sejak tahun 2008. Tapi kalau produk kerajinan, itu baru mulai sejak tahun 2016,” katanya dalam rilis yang diterima Gontornews.com.
Dia bercerita awal mula tertarik membuat produk kerajinan dari limbah konveksi dan bambu. Saat itu, Euis melihat banyak limbah perca batik yang cukup banyak tapi minim pengolahan. Akhirnya, Euis berpikir untuk menciptakan produk baru dengan mengombinasikannya dengan kerajinan bambu untuk hiasan.
“Alhamdulillah setelah itu (membuat kerajinan), dapat order dari pembeli asal Arab Saudi pada tahun 2016. Kami berhasil mengirim 5 kontainer ke Arab Saudi dalam waktu 1 tahun,” tuturnya.
“Jadi saat itu, awalnya saya ikut pameran ekspor. Lalu bertemu dengan pembeli dari Arab Saudi. Dia bilang ke saya bahwa di hanya tinggal di Indonesia selama dua minggu saja. Tapi saya bilang ini harus saling sepakat. Akhirnya, setelah bolak balik Cilacap-Jakarta, mengurus berbagai macam dokumen dan menyesuaikan permintaan dari pembeli, akhirnya bisa ekspor ke Arab Saudi,” kata dia.
Pada tahun 2020, ekspor produknya ke luar negeri terpaksa harus berhenti karena pandemi Covid-19. Namun, Ia mengaku banyak memetik hikmah dari pandemi ini. Misalnya dia lebih banyak belajar tentang ekspor dengan mengikuti berbagai pelatihan secara online hingga bergabung dengan Aspenku.com dan menambah jaringan.
Dengan adanya Muslim Life Trade di acara Muslim Life Fest 2022, menurutnya setiap pelaku usaha memiliki kesempatan yang sangat berharga untuk saling mengenal, membangun jejaring hingga bernegosiasi dengan para pembeli dari luar negeri.
“Saya sih tadi baru bisnis matching dengan pembeli dari Filipina dan Tunisia. Tinggal ditindaklanjuti saja setelah ini dan memang sudah menjurus untuk adanya kerja sama. Saya kira Muslim Life Trade ini bagus ya, meskipun yang dibutuhkan di negara luar itu kebanyakan dari produk makanan, rempah-rempah dan barang primer lainnya,” ujarnya.
Untuk pelaku UKM yang akan ekspor dan produknya bisa diterima pasar global, ia memberikan tips, pertama, cara berpikir untuk mau berubah, pantang menyerah, cermat melihat pasar dan terus membangun jejaring (berkolaborasi). Untuk permodalan, tidak perlu khawatir, karena saat ini sudah banyak lembaga pembiayaan yang siap mendukung permodalan UKM secara syariah. [Mohamad Deny Irawan]





















