Ngawi, Gontornews – Gontor Putri Kampus 1 Mantingan, Ngawi, mengadakan Fathu-l-Kutub Kelas 6 yang merupakan salah satu cara Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengenalkan kitab klasik kutubu-t-turats kepada santrinya. Meskipun pembelajaran mengenai kutubu-t-turats secara khusus tidak termasuk dalam pelaksanaan pembelajaran harian, namun kegiatan ini juga merupakan bagian dari kurikulum KMI. Acara ini diadakan selama sepekan mulai dari Sabtu (5/8/2023) pagi sampai dengan Kamis (10/8/2023) di Aula Auditorium.
Acara dihadiri langsung oleh Pimpinan, Direktur KMI, asatidz, ustadzat, dan santriyah kelas 6 KMI dan diikuti juga oleh seluruh PMDG kampus cabang secara virtual. Dalam kesempatan ini, Pimpinan PMDG Drs KH Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed menyampaikan, “Belajar bahasa bukan hanya belajar bunyinya, tetapi juga belajar budayanya,” ungkap Kiai dalam Pembukaan Fathu-l-Kutub Kelas 6 KMI.
Sebanyak 755 santriyah kelas 6 terbagi menjadi 42 kelompok. Peserta dibagi menjadi dua unit, dengan setiap unit terdiri dari 21 kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 17 sampai 18 santriyah. Kemudian, tiap kelompok dibagi menjadi empat subkelompok, dan anggota tiap subkelompok terdiri dari empat sampai lima santriyah. Secara bergiliran, empat subkelompok ini mendapatkan permasalahan dari empat materi berbeda.
Pengarahan mengenai disiplin ilmu yang menjadi materi dalam kegiatan ini, yaitu Hadits, Fiqh, Aqidah, dan Tafsir mengawali rentetan kegiatan ini, dilanjutkan dengan pengarahan tata cara menulis, mengambil kesimpulan, dan diskusi. Setiap kelompok membahas judul permasalahan berbeda dari kitab-kitab referensi yang telah disediakan oleh panitia.
Ketika mengkaji suatu permasalahan, Bahasa Arab santriyah kelas 6 benar-benar diuji dari mulai proses membaca, memahami, menyimpulkan, menulis sampai mendiskusikan bersama kelompoknya. Acara diakhiri dengan pembacaan kesan dan pembagian hadiah. Berikut nama santriyah yang mendapatkan nilai terbaik:
| No | Nama | Kelas | Kelompok |
| 1 | Suhailah Binti Abdul Razak | 6B | 3 |
| 2 | Nuur Aisyah Fajriyani | 6B | 13 |
| 3 | Faizah Nurul Laili | 6B | 14 |
| 4 | Rifa Zahra Azizah | 6B | 22 |
| 5 | Vyna Zulfa Maulidya | 6C | 13 |
| 6 | Chen Sing Rong | 6D | 11 |
| 7 | Nur Laelly Ana Ahkwalika | 6D | 22 |
| 8 | Elegy Emilya Natasya | 6E | 3 |
| 9 | Serly Aprilia Sabillillah | 6E | 22 |
| 10 | Siti Sjahbani Puteri Irawan | 6E | 29 |
| 11 | Nayla Amanda | 6F | 29 |
| 12 | Alya Syafina Huwaida | 6G | 3 |
| 13 | Nindia Ayu Lilian | 6G | 13 |
| 14 | Amira Zahara El Basyri | 6G | 27 |
| 15 | Putri Patrisia | 6H | 29 |
| 16 | Hafiza Alya Salsabillah W | 6I | 3 |
| 17 | Nur Naila Nazuwa | 6I | 40 |
| 18 | Alyaa Putri Az-Zahra | 6J | 29 |
| 19 | Attala Raniya Insyiroh | 6M | 3 |
| 20 | Retno Eka Saputri | 6M | 40 |
| 21 | Helya Ning Faidah | 6N | 29 |
| 22 | Rona Labibah Affanti | 6Q | 3 |
Kegiatan berlangsung dengan diiringi antusias seluruh santriyah kelas 6. Memberikan kail dan tidak memberikan ikan adalah karakter metode pendidikan yang diterapkan PMDG kepada santriyahnya, begitupun dalam kegiatan ini. Harapannya agar santriyah dapat membuka wawasan keilmuannya dan memahami bahwa pintu ijtihad (intiqa’i) itu masih terbuka luas, sehingga dapat menemukan solusi saat menghadapi problematika dalam kehidupan sehari-hari. [Halilah/Multimedia Staf/Aya]


















