pesanan-majalah-edisi-khusus
26 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 13 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Fenomena Gaya Hidup Digital

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
3 March 2020
in Laput
0
Fenomena Gaya Hidup Digital

Perkembangan zaman dan teknologi telah memunculkan banyak hal baru dalam kehidupan manusia saat ini. Kini beragam gaya hidup baru telah merambah masyarakat luas akibat teknologi digital. Dengan bermodal gadget dan internet, siapa pun, kapan pun dan apa pun bisa dilakukan.

Faktanya banyak masyarakat saat ini mengandalkan digital untuk memudahkan segala aspek kehidupan. Mulai dari urusan belanja hingga berbagi lewat digital.

The Asian Parent membuktikan, tren perilaku online lebih dari seribu ibu digital masa kini. Ibu-ibu di Indonesia 99 persen menjadi penentu belanja rumah tangga. Data itu juga dikuatkan dengan peningkatan jumlah pengguna internet sebanyak 48,7 persen. Demikian Survei Indonesian Digital Mums (IDM) 2018 seperti dikutip bisnis.com.

Laporan itu menjelaskan, sebagaimana ibu-ibu di negara Asia Tenggara lainnya, ibu-ibu di Tanah Air juga semakin aktif di internet dan cerdas secara digital. Buktinya ibu-ibu yang mengaku sering mengunjungi situs parenting jumlahnya mencapai 24 persen, lebih banyak daripada ibu-ibu yang bermain media sosial sebanyak 20 persen, dan berbelanja online sebanyak 19 persen.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Sementara data yang dihimpun Global Web Index dan dirangkum We Are Social dan Hootsuite seperti dikutip cnnindonesia.com mencatat, warganet Indonesia paling banyak belanja secara online pada Desember 2018. Dalam hal ini ada 86 persen warganet Indonesia yang berbelanja online melalui perangkat apa pun.

Untuk urusan konsumtif ini baik pria maupun wanita sudah banyak yang beralih ke toko online daripada offline. Dikutip Tempo (18/01/2020), Head of Brands Management Shopee, Daniel Minardi, menjelaskan wanita dan pria sama-sama gemar berbelanja online. “Dulu mungkin persentasenya yang jauh di atas itu wanita. Sekarang benar-benar hampir sama,” katanya.

Demikian dengan urusan berbagi. Belakangan ini banyak orang mulai membayarkan zakatnya lewat online. Deputi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Arifin Purwakananta mengatakan animo masyarakat untuk berzakat dan bersedekah melalui digital terus meningkat.

“Kami melihat ada tren positif penggunaan sedekah digital oleh masyarakat. Pada tahun 2018 pengumpulan zakat dari jalur digital mengalami kenaikan dari dua persen menjadi enam persen, dan BAZNAS memprediksi kontribusi saluran digital dapat mencapai 30 persen pada tahun 2020,” papar Arifin dalam rilis Humas BAZNAS, Selasa (5/11/2019).

Kemajuan teknologi itu juga turut mengubah cara generasi muda mengakses sumber rujukan untuk belajar agama. Hasil penelitian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bertajuk ‘Memperkuat Ketahanan Kampus Sebagai Ujung Tombak Nilai-nilai Kebangsaan’ menyebutkan, responden yang mengakses youtube sebanyak 31,94 persen, mengakses laman Muslim sebanyak 17,02 persen, mengakses eramuslim 10,21 persen, mengakses laman NU sebanyak 6,81 persen dan sisanya beragam.

Tim Peneliti FISIP UMJ ini melaksanakan penelitiannya di delapan kampus yang meliputi tiga Perguruan Tinggi Negeri yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dua Perguruan Tinggi Kedinasan yaitu Politeknik Keuangan Negara (STAN) dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah yaitu Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ),  Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS), dan Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).

Ketua Tim Peneliti, Debbie Affianty MSi, memaparkan mayoritas mereka mengakses melalui internet ceramah Ustadz Abdul Somad (53,14 persen), Hanan Attaki (6,28 persen), Adi Hidayat (4,97 persen), M. Ainun Najib (4,45 persen), Aa Gym (3,93 persen) dan sisanya beragam (27,23 persen). “Kajian melalui internet seringkali menyebabkan pengetahuan agama yang didapat menjadi tidak utuh,” katanya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Penelitian Tim Peneliti FISIP UMJ yang dilaksanakan sejak Desember 2018-Maret 2019 ini juga menyebutkan, sebagian besar responden masih mengandalkan ustadz dalam pencarian pengetahuan agama. “Sebanyak 90,58 persen mengikuti pengajian dengan berbagai bentuk dan sebanyak 58,12 persen responden belajar agama melalui ustadz di masjid,” ungkap Debbie seperti dikutip Republika.

 

Ibarat gado-gado

Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Dai Indonesia (IKADI) DKI Jakarta, Dr KH Attabik Luthfi menyampaikan, dakwah digital yang sedang fenomenal saat ini merupakan kenyataan yang tidak mungkin dihindari. Dai tidak bisa serta merta menolaknya melainkan dituntut untuk lebih banyak hadir agar media digital itu lebih banyak diwarnai kebaikan.

Namun demikian teknologi digital dan sejenisnya hanya alat dan bukan prinsip. Layaknya alat, digital hadir bukan dengan nilai dakwah, sehingga ada potensi medium digital digunakan untuk menyebarkan keburukan. Apalagi digital tidak mengenal batas usia dan segmentasi masyarakat.

“Ibarat ‘gado-gado’ atau ‘super market’ masyarakat dituntut lebih cerdas dalam memilah, karena digital ini menawarkan hal-hal yang tidak bisa dibatasi. Melalui digital ini pula, kesakralan dakwah bisa berkurang, karena siapa pun bisa dengan mudah berkontribusi meskipun secara kapasitas keilmuan belum mumpuni,” ujarnya.

Justru inilah tantangannya agar para dai memaksimalkan teknologi digital sebagai media untuk menyebarluaskan nilai-nilai kebaikan kepada kalangan milenial yang serba digital. “Namun, apapun alatnya, dakwah harus tetap mengacu pada prinsip dakwah, yaitu ‘Ajaklah manusia kepada jalan Tuhanmu’ (An-Nahl: 125),” ungkapnya kepada Majalah Gontor.

Attabik meminta supaya masyarakat tidak melihat dai dari segi penampilan. Pasalnya, yang terjadi saat ini banyak dari masyarakat ikut-ikutan, karena kagum, terhibur, tanpa mengenal siapa dai yang layak digugu dan ditiru karena ilmu dan keshalihannya. Dikatakannya, dakwah lewat digital sulit dalam hal memberikan contoh ‘bil hal’ sebagai teladan bagi masyarakat.

Perilaku dai di media digital terkadang berbeda dengan kenyataan atau praktik sehari-hari dalam kehidupan nyata. “Itulah mengapa mengkaji ilmu kepada yang ahlinya secara langsung, berinteraksi dan mengenal perilaku gurunya sehari-hari sebagai contoh nyata dalam kehidupan, harus tetap ada,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekjen Forum Pesantren Alumni Gontor, KH Anang Rikza Masyhadi. Menurutnya, era digital merupakan produk zaman sehingga dakwah di era digital ini sudah semestinya dilakukan meskipun bukan satu-satunya sarana dakwah.

“Digital itu hanya sarana, tujuan utamanya tetaplah dakwah dan dakwah itu perlu hikmah melalui kedalaman ilmu dan juga contoh atau keteladanan. Bukan hanya sekedar ceramah atau menyampaikan naskah,” ungkapnya kepada Majalah Gontor.

Bahkan sebagai penyampai kebaikan dan kebenaran, dai harus memiliki ilmu yang mumpuni dan keteladanan. Karena fondasi utama dakwah adalah ilmu dan keteladanan. “Ini yang harus dipahami semuanya. Apalagi sekarang masyarakat susah membedakan antara ulama yang dai dengan penceramah,” jelasnya.

Oleh karena itu media digital harus dipenuhi dengan ulama-ulama yang dai, yang memiliki basis ilmu yang mumpuni dan yang kehidupannya bisa dijadikan teladan. “Jangan sampai media digital disesaki oleh penceramah-penceramah yang hanya sekedar tahu sedikit agama. Ini berbahaya karena yang terjadi adalah distorsi dan pendangkalan,” ungkapnya. []

 

Tags: Digitalgaya hidup
Share47Tweet29Send
Previous Post

Unhas & BPJPH Sepakati Pendirian Pusat Pemeriksa Halal

Next Post

Bijak Menghadapi Era Digital

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

0
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

0

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

12 September 2026
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

12 September 2026

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

12 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result