pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 8 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Filosofi Waktu dalam Islam: Mengapa Lailatul Qadar Dirahasiakan?

Oleh Dr KH Ikhwan Hadiyyin, Khadimul Ma'had Darel Azhar Rangkasbitung, Banten

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
16 March 2026
in Kolom
0
Santri dan Indonesia Emas: Menyemai Peradaban Santri untuk Indonesia Emas 2045

Abstrak

Waktu dalam Islam memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Ia bukan sekadar ukuran kronologis kehidupan, tetapi ruang bagi manusia untuk menanam amal dan meraih kedekatan dengan Allah. Salah satu manifestasi tertinggi dari filosofi waktu dalam Islam yaitu keberadaan Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Menariknya, Al-Qur’an dan hadis tidak menyebutkan secara pasti kapan malam tersebut terjadi. Tulisan ini bertujuan mengkaji makna filosofis di balik dirahasiakannya Lailatul Qadar dengan pendekatan teologis dan reflektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerahasiaan tersebut merupakan metode pendidikan spiritual agar manusia menghargai waktu, meningkatkan kesungguhan ibadah, serta menumbuhkan keikhlasan dalam penghambaan kepada Allah.

Mukadimah

Waktu merupakan salah satu unsur paling mendasar dalam kehidupan manusia. Dalam perspektif Islam, waktu bukan sekadar rangkaian detik dan jam yang berlalu, tetapi merupakan amanah ilahi yang akan dipertanggungjawabkan oleh manusia.

BACA JUGA

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

Al-Qur’an bahkan berkali-kali bersumpah dengan waktu, yang menunjukkan betapa pentingnya nilai waktu dalam kehidupan manusia. Allah berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih.” (QS Al-‘Ashr: 1–3)

Demikian pula sumpah Allah dengan waktu-waktu tertentu:

“Demi fajar.” (QS Al-Fajr: 1)

“Demi waktu dhuha.” (QS Adh-Dhuha: 1)

“Demi malam apabila menutupi.” (QS Al-Lail: 1)

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa waktu dalam Islam memiliki dimensi sakral dan spiritual. Salah satu puncak kemuliaan waktu dalam Islam yaitu Lailatul Qadar, malam yang berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Namun yang menarik, meskipun malam ini sangat agung, waktunya tidak disebutkan secara pasti dalam Al-Qur’an maupun hadis. Nabi Muhammad SAW hanya memberikan petunjuk untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Konsep Waktu dalam Perspektif Islam

Islam memandang waktu bukan hanya secara kuantitatif tetapi juga secara kualitatif. Artinya, nilai waktu tidak selalu ditentukan oleh panjangnya durasi, tetapi oleh keberkahan dan kualitas amal yang dilakukan di dalamnya.

Rasulullah SAW mengingatkan manusia tentang pentingnya memanfaatkan waktu sebelum datangnya penyesalan. Beliau bersabda:

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR Al-Hakim)

Hadis ini menunjukkan bahwa waktu merupakan modal kehidupan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Lailatul Qadar sebagai Puncak Keberkahan Waktu

Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat agung dalam Islam. Allah secara khusus menjelaskan kemuliaannya dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1–5)

Ayat ini menunjukkan bahwa satu malam Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang melampaui seribu bulan, atau lebih dari delapan puluh tahun.

Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan malam tersebut:

“Barangsiapa melaksanakan qiyam pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu, kaum Muslimin dianjurkan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan ibadah, dzikir, doa, dan i‘tikaf.

Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar

Pertama, Mendorong Kesungguhan Ibadah. Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa Lailatul Qadar harus dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadhan:

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR Bukhari)

Kerahasiaan ini mendorong kaum Muslimin untuk bersungguh-sungguh dalam ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir, bukan hanya pada satu malam tertentu.

Kedua, Menumbuhkan Keikhlasan dalam Ibadah. Dirahasiakannya Lailatul Qadar juga mendidik umat Islam untuk beribadah dengan penuh keikhlasan. Seseorang tidak beribadah karena mengetahui waktu yang pasti, tetapi karena keinginan tulus untuk mendekat kepada Allah.

Allah berfirman:

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS Al-Bayyinah: 5)

Ketiga, Mengajarkan Penghargaan terhadap Waktu. Islam juga mengajarkan bahwa banyak perkara penting dirahasiakan waktunya. Misalnya, waktu kematian manusia:

“Tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati.” (QS Luqman: 34)

Demikian pula terdapat waktu mustajab pada hari Jumat yang tidak diketahui secara pasti. Rasulullah SAW bersabda:

“Pada hari Jumat terdapat suatu waktu; jika seorang Muslim berdoa kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kerahasiaan ini mendidik manusia agar menghargai seluruh waktu, bukan hanya waktu-waktu tertentu saja.

Keempat, Metode Pendidikan Spiritual. Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dalam menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan. Aisyah RA meriwayatkan:

“Apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa pencarian Lailatul Qadar merupakan latihan spiritual yang mendidik kesungguhan, kesabaran, dan harapan kepada rahmat Allah.

Refleksi Filosofis tentang Waktu

Dari sudut pandang filosofis, konsep Lailatul Qadar menunjukkan bahwa nilai waktu dalam Islam tidak semata-mata bersifat kronologis. Satu malam dapat memiliki nilai yang lebih besar daripada puluhan tahun.

Hal ini mengajarkan bahwa keberhasilan manusia bukan ditentukan oleh panjangnya usia, tetapi oleh kualitas amal dalam waktu yang dimilikinya.

Karena itu Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik manusia yaitu yang paling panjang umurnya dan paling baik amalnya.” (HR Tirmidzi)

Ihtitam

Waktu dalam Islam merupakan amanah ilahi yang memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Melalui konsep Lailatul Qadar, Islam mengajarkan bahwa nilai waktu tidak hanya ditentukan oleh durasinya, tetapi oleh keberkahan dan kualitas amal yang dilakukan di dalamnya.

Dirahasiakannya Lailatul Qadar memiliki hikmah besar, antara lain untuk mendorong kesungguhan ibadah, menumbuhkan keikhlasan, mengajarkan penghargaan terhadap waktu, serta menjadi sarana pendidikan spiritual bagi manusia.

Dengan demikian, pencarian Lailatul Qadar bukan sekadar upaya menemukan satu malam yang mulia, tetapi juga perjalanan spiritual untuk memaknai waktu sebagai karunia Allah yang harus diisi dengan amal shalih dan penghambaan tulus ikhlas yang tak berujung. []

Nida Besari Mambil: Ahad 15 Maret 2026

Tags: Konsep waktuLailatul QadarRamadhan
Share27Tweet17Send
Previous Post

Hadiri Peringatan Hari Internasional Melawan Islamophobia, HNW Dorong OKI Efektifkan dan Inisiasi Regulasi Atasi Meningkatnya Islamophobia

Next Post

Zakat Fitrah Penutup Indah Ibadah Ramadhan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

0
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

0
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

6 September 2026
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

6 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result