Tangerang, Gontornews — Pondok Pesantren Daar el-Qolam, Gintung, Banten merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 sejak Sabtu (20/1/2018) kemarin. Di usianya yang ke setengah abad ini Daar el-Qolam mengambil tajuk “Menjaga Amanah, Merawat Tradisi, Merespon Modernisasi” sebagai refleksi rasa syukur kepada Allah SWT karena Daar el-Qolam masih tetap eksis mengemban visi dan misinya sebagai lembaga pendidikan Islam.
Berbagai kegiatan pun digelar di hari dirgahayu Dar el-Qolam yang ke 50 ini. Bahkan Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Pakar Hukum Tata Negara Prof Yusril Ihza Mahendra dan Pengamat Politik LIPI Prof Siti Zuhro serta ratusan kiai alumni Pesantren Alumni Gontor turut memeriahkan acara kesyukuran 50 tahun Dar El Qolam itu.
Dalam kesempatan ini Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo panjang lebar memaparkan tentang proxy war dan sebab-sebab terbelahnya negara-negara di dunia serta tantangan Indonesia dan dunia ke depan. “Melihat kondisi Indonesia saat ini apa yang mau kalian lakukan,”tanya Gatot di depan ratusan santri dan alumni.
Sementara itu Pakar Politik Prof Yusril Ihza Mahendra dalam kesempatan ini memaparkan tentang hukum dan konsep syuro. Kepada para hadirin Yusril pun menyarankan untuk membaca kitab-kitab klasik yang dapat dijadikan rujukan untuk memahami konsep hukum dalam perspektif Islam. “Kalau mau tahu tentang hukum bacalah kitab Al Muwafaqat karya Imam Syatibi, Al-Um Imam Syafi’i, Ahkam Shulthaniyah Imam Mawardi dan lain-lainnya,”ungkapnya.
Namun demikian, kata dia, untuk mengaplikasikan hukum yang berkeadilan umat Islam harus memiliki power. “Bisa nggak kita bisa mengaplikasikan hukum kalau kita gak punya power,”tanya Pakar Hukum Tata Negara Prof Yusril Ihza Mahendra kepada hadirin.[Muhammad Khaerul Muttaqien]
























