New Delhi, Gontornews — Sedikitnya 11 orang meninggal dunia akibat serangan panas di India pada Ahad 16 April 2023. Selain korban tewas, media lokal India melaporkan ada sekitar 20 orang yang menjalani perawatan intensif serta 300 orang meraskan sakit setelah ‘tersengat’ suhu panas 38 derajat Celcius dengan kelembaban tinggi di Mumbai.
Acara yang dihadiri oleh 1 juta warga dan sejumlah petinggi pemerintahan India, termasuk Menteri Dalam Neteri Amit Shah, tersebut menjadi insiden yang menyedihkan dan meresahkan. Akibat insiden ini pula, pemerintah berjanji untuk memberikan kompensasi kepada kerabat korban.
Partai penguasa India, Bharatiya Janata Party (BJP), kepada Indian Express, mengklaim ada 1 juta warga yang menghadiri pertemuan di bawah terik sinar matahari tersebut. bahkan, Menteri Dalam Negeri Amit Shah, sempat memuji massa yang hadir dan rela menunggu lama acara yanga diselenggarakan pemerintah tersebut.
Partai oposisi India, Kongres, menuduh pemerintah India lalai dan mengatakan bahwa mereka harus menghadapi tuntutan pidana akibat insiden tersebut.
AFP melansir, gelombang panas telah menewaskan lebih dari 6.500 warga India sejak tahun 2010. Tahun lalu, rekor suhu tercatat di beberapa kota di seluruh negeri. Para ilmuwan menduga bahwa perubahan iklim memainkan peranan penting dalam peningkatan suhu tinggi di Asia Selatan.
Sementara itu, pihak berwenang di negara bagian Benggala Barat telah mengumumkan penutupan sementara aktivitas pembelajaran mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tingi untuk satu pekan mendatang karena cuaca panas.
Tahun lalu, India mengalami kekurangan pasokan batubara, sumber utama listrik di negara berpenduduk 1,4 miliar orang tersebut, karena permintaan listrik memuncak saat cuaca panas.
Sedangkan untuk pasokan air selama musim panas, pemerintah India mengandalkan moda transportasi kereta api untuk mengirimkan pasokan ke seluruh negeri.
Para ilmuwan juga mempercayai bahwa musim hujan tahunan akan menguat dan tidak menentu. Mereka pun mengingatkan pemerintah tentang risiko banjir besar di sejumlah wilayah. [Mohamad Deny Irawan]






















