Ankara, Gontornews — Presiden Turki, Racip Tayyip Erdogan, Kamis (09/02/2023), mengatakan dua gempa kuat yang mengguncang wilayah selatan Turki menewaskan setidaknya 16.170 orang dan 64.194 korban luka-luka.
Gempa berkekuatan 7,7 dan 7,6 Skala Richter berpusat di distrik Elbistan Kahramanmaras pada Senin 6 Februari 2023 dini hari. Gempa tersebut juga dirasakan oleh 13 juta orang yang tersebar di 10 provinsi seperti Adana, Adiyaman, Diayarbakir, Gaziantep, Hatay, Kilis, Malatya, Osmaniye dan Sanliurfa.
Selain di dalam negeri, gempa besar tersebut juga dirasakan oleh sejumlah warga di negara tetangga seperti Suriah dan Lebanon.
“Gempa tersebut mempengaruhi area seluas 110.000 kilometer persegi (sekitar 42.470 mil persegi). Ini sama dengan atau lebih besar dari beberapa negara di Eropa,” kata Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay, kepada Anadolu.
“Gempa ini adalah yang terbesar ketiga sejak gempa Anatolia Besar pada 1668 dan gempa Erzincan 1939 dalam rentang waktu 2.000 tahun terakhir di geografi Anatolia,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua parlemen Turki, Mustafa Sentop, meminta anggota parlemen untuk menyumbangkan satu bulan gaji kepada badan manajemen bencana.
“Negara kita telah berada di lapangan dan semua institusi telah tiba sejak setelah gempa,” kata Erdogan saat berkunjung ke Gaziantep Selatan, Kamis.
Lebih dari 115.680 personel dikerahkan untuk menelusuri puing-puing bangunan yang runtuh. Badan kedaruratan bencana Turki, AFAD, mengatakan sebanyak 28.044 warga berhasil dievakuasi dari daerah yang terdampak gempa secara langsung.
“Pada pukul 11.38 (waktu setempat), total 28.044 warga dievakuasi dari daerah bencana. 4.607 melalui jalur darat dan kereta api sementara 23.437 lainnya dievakuasi melalui udara,” kata AFAD.
Sejauh ini, para pengungsi ditempatkan di area akomodasi dan penginapan yang ditunjuk oleh kantor gubernur provinsi dan AFAD. [Mohamad Deny Irawan]





















