Auckland, Gontornews — Gerakan Jumat Berhijab pada Jumat (22/3) mendatang mendapat sambutan luas, bukan hanya kaum Muslimin di Cristchurch New Zealand.
Seorang warga kota Auckland, Madina Thalib mengatakan, “Adanya gerakan solidaritas berhijab tidak hanya di lakukan di Christchurch (CHC), tetapi juga akan di lakukan di Auckland dan kota-kota lain.”
Masjid-masjid besar akan di buka kembali untuk umum dan mereka akan hadir seperti hari-hari biasa dan beraktivitas secara normal.
“Gerakan berhijab ini akan memberi dampak positif dan kemantapan kepada muslimah. Kami menghimbau pada kalangan remaja muslimah jangan takut untuk keluar rumah dengan menggunakan kerudung,” paparnya, Rabu (20/3).
Gerakan ini bertujuan menggalang solidaritas setelah serangan teror di masjid Al-Nour dan Lindwood, Jumat (15/3) lalu yang menyebabkan sedikitnya 50 orang menemui syahid dan puluhan lainnya terluka.
Simpati yang begitu besar juga di tunjukan oleh pemerintah dan warga Selandia Baru sendiri atas insiden pembantaian tersebut. Sejumlah aksi solidaritas dilakukan warga Selandia Baru untuk membela dan memperkuat komunitas muslim, bahwa kami saling merangkul.
Gagasan itu langsung mendapatkan dukungan dan respon postif dari perwakilan komunitas Muslim di negara paling selatan belahan bumi itu. Komunitas Muslim di sana merasa sangat tersentuh dengan gerakan tersebut.
Para pemimpin dari Dewan Wanita Islam Selandia Baru mengatakan, sikap solidaritas dan dukungan itu akan sangat dihargai oleh komunitas mereka. Presiden Asosiasi Muslim Selandia Baru, Ikhlaq Kashkari menyebut gagasan itu sebagai ide yang bagus. [fathurroji]





















