Yangon, Gontornews — Setidaknya 6 orang terluka dalam insiden penembakan yang dilakukan oleh Militer Myanmar kala memburu memberontak etnis Rakhine di kota Mrak U sebelah Barat, Selasa (19/3). Militer Myanmar berdalih bahwa penembakan tersebut dilakukan setelah mereka mendapati konvoi pemberontak masuk ke wilayah kuil bersejarah di Rakhine.
Perpindahan sejumlah tentara masuk ke kota tersebut terjadi pada Senin (18/3) malam yang menandai intensifnya kekerasan di Rakhine sementara di saat yang bersamaan, pasukan keamanan melancarkan kampanye dalam melawan geriliyawan kelompok Arakan Army.
Tidak hanya itu, militer Myanmar juga berdalih bahwa insiden saling tembak antara kelompok Arakan Army terjadi setelah mereka menyerang konvoi militer yang mendekati wilayah Mrauk U sebelum mereka akhirnya mundur ke rumah-rumah.
Biarawan kuil di Mrauk U, Myo Oo Sayataw, mengatakan bahwa pihaknya membawa enam orang yang terluka ke rumah sakit serta seorang gadis berusia tujuh tahun dengan luka korban.
“Saya pergi ke orang-orang yang terluka karena tidak ada warga yang berani keluar,” kata Myo Oo Sayataw sebagaimana dilansir Reuters.
“Saya melihat enam mobil militer, mereka menembak di mana-mana,” tambahnya.
Akibat insiden tersebut, warga Mrauk U menyatakan kekhawatirannya dan ketakutannya untuk keluar dari rumah.
“Saya tidak berani keluar, karena adanya tembakan,” kata seorang warga Mrauk U, Shwe Tun Aung.
“Saya menutup pintu dan masih berada di rumah sampai saat ini. situasinya tidak baik dan tentu saja menyulitkan warga sipil,” tambahnya.
Sementara itu, juru bicara militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, mengonfirmasi bahwa pertempuran tersebut sebagai upaya penyergapan dan buka penyerangan sepihak.
“Teroris Arakan Army menyerang konvoi militer sementara konvoi itu berbaris ke kota Mrau U untuk keamanan,” kata Min Aung Hlaing.
“Teroris Arakan Army berlindung di rumah-rumah sipil,” pungkasnya menambahkan. [Mohamad Deny Irawan]





















