Ponorogo, Gontornews – Peringati ulang tahun ke-90, Gontor bersama Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR) selenggarakan dialog kebangsaan di Universitas Darussalam Gontor, Jum’at 2 September 2016 mendatang.
Sebagaimana dilansir Gontor.ac.id, acara dialog kedua ini akan mengangkat tema, “peran sejarah pondok pesantren dan umat islam terhadap bangsa dan negara”
Dialog ini merupakalan acara lanjutan dari acara serupa d di gedung Nusantara 5 komplek Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Jakarta, 20 agustus 2016 silam.Kala itu, Prof Dr Jimly Ashiddiqy (ketua DKPP), Hidayat Nur Wahid (MPR) dan Yudi Latif (Cendekiawan muslim) berkenan menjadi narasumber di dan motivator nasional, Akbar Zainuddin selaku moderator.
Salah satu tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) adalah sosialisasi 4 pilar kebangsaan Indonesia kepada masyarakat. Gontor, sebagai perwakilan dari masyarakat, merasa memiliki peran yang sama untuk mendidik masyarakat tentang 4 pilar kebangsaan tersebut sehingga melakukan kerjasama dengan MPR untuk kemaslahatan agama, bangsa dan negara.
“Dalam menjaga dan menjalankan pilar-pilar kebangsaan, pesantren berada paling depan. Untuk Pancasila kami paling depan. Untuk UUD 1945, kami paling depan. Untuk Bhinneka Tungal Ika kami juga laing depan. untuk keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia, kami pun paling depan,” ungkap KH Hasan Abdullah Sahal saat memberikan pidato sambutan atas kedatangan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla di aula Balai Pendidikan Pondok Modern (BPPM) Gontor, Sabtu (20/8) yang lalu.
Berkenan sebagai pembicara, Hidayat Nur Wahid (MPR), Prof Muhammad Chirzin (Cendekiawan Muslim) dan Dr Yudi Latief (penulis buku ‘Negara paripurna: historisitas, rasionalitas dan aktualitas pancasila). [Mohamad Deny Irawan/DJ]




















