Jakarta, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terus melakukan langkah-langkah penting untuk mendirikan Fakultas Kedokteran di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Salah satu langkah yang dibuat oleh UNIDA Gontor adalah dengan melaksanakan studi banding ke fakutas kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rumah Sakit Ibu dan Anak Aliyah Depok dan Universitas YARSI.
Dalam kunjugan yang dilaksanakan pada 16-17 Oktober 2019 tersebut, hadir Ketua Badan Wakaf PMDG, KH Akrim Mariyat, Rektor UNIDA Gontor, Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi, Dr Setiawan bin Lahuri, Dr Nur Hadi Ihsan dan Dr Fairuz Subakir.
Saat berkunjung ke Fakultas kedokteran UMJ, rombongan PMDG dan UNIDA Gontor disambut oleh Rektor UMJ, Prof Syaiful Bakhri, Dr Endang Sulastri beserta Dekan Fakultas Kedokteran UMJ, dr Muhammad Fachri serta Ibu Fatimah. Secara umum, mereka berbagi pengalaman seputar pendirian Fakultas Kedokteran UMJ baik sarana prasaranaΒ dan juga sumber daya manusia.
Beranjak dari UMJ, rombongan PMDG dan UNIDA Gontor berkunjung ke Rumah sakit Ibu dan Anak Aliyah Depok. Dalam pertemuan tersebut, rombongan bertemu langsung dengan Direktur utama PT Insan Menara Media, dr Diana Abas Thalib serta Direktur Rumah sakit, dr Yanuar Jak Sp.OG.
Berbeda dengan kunjungan ke UMJ, dalam kunjungan ke RSIA Bunda Aliyah Β kali ini, hadir Wakil Ketua Badan Wakaf PMDG, Dr Hidayat Nur Wahid dan Wakil Sekretaris Badan Wakaf, Abdullah Saβid Baharmus.
Dalam sambutannya, Dr Diana Abbas Thalib menekankan pada proses perizinan yang sangat banyak jika UNIDA Gontor ingin mendirikan Fakultas Kedokteran di kampusnya. Pasalnya, lanjut Diana, rumah sakti pendidikan harus mengikuti aturan sarana dan prasarana dan operasional yang tertera di peraturan pemerintah.
βAda dua jenis rumah sakityang dikelola oleh Fakultas Kedokteran yaitu Rumah Sakit Pendidikan Utama dan Rumah Sakit Afiliasi. Rumah Sakit Pendidikan Utama hanya boleh dipakai oleh satu Fakultas Kedokteran, sementara Rumah Sakit Afiliasi dapat digunakan oleh lebih dari satu Fakultas kedokteran,β tutur Diana yang juga merupakan Istri dari Dr Hidayat Nur Wahid tersebut.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam pendirian rumah sakti pendidikan adalah soal limbah. Banyak rumah sakit yang mengeluhkan limbah dan pencemaran lingkungan yang berasal dari rumah sakit.
βSatu hal yang perlu diperhatikan sebelum membangun (rumah sakti) adalah mengenai limbah dan pencemaran lingkungan. Terkadang masyarakat menuntut rumah sakti karena masalah limbah.β
βJika memungkikan, sebelum rumah sakit didirikan, pendiri harus memperhitungkan volume tangki (cor) yang digunakan untuk mengolah limbah rumah sakit.β
βPihak rumah sakit juga harus memiliki data tentang keadaan lingkungan sebelum membangun bangunan agar mereka memiliki data yang valid,β jelas Diana.
Terakhir, kala studi banding ke Universitas YARSi, rombongan Gontor mengatakan bahwa disaat mendirikan Fakultas Kedokteran, pihaknya belum memiliki rumah sakit dan memutuskan untuk bekerjasama dengan 12 rumah sakit yang sudah berdiri.
βUniversitas ini didirikan oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (YARSI) yang pada awalnya bernama Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI pada tanggal 15 April 1967 dengan satu program studi kedokteran,β ungkap Rektor YARSI Jakarta, Prof Jurnalis Uddin, yang dilansir dari laman unida.gontor.ac.id.
βKala itu, kami belum memiliki rumah sakit sehingga kami memutuskan untuk bekerjasama dengan 12 rumah sakit yang sudah berdiri. Rumah sakit kami sendiri baru dibangun pada tahun 2017 yang lalu,β tuturnya sembari menyarankan pihak Gontor untuk juga melakukan studi banding ke Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
βUniversitas Ahmad Dahlan juga baru saja mendirikan Fakultas Kedokteran. Mungkin, mereka juga bisa dijadikan sebagai perbandingan,β tambahnya.
Di akhir, UNIDA Gontor bersama Universitas YARSI melakukan penandatangan nota kesepahaman dalam beberapa kegiatan fakultas antara kedua perguruan tinggi tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















