Kabul, Gontornews — Tokoh mujahidin Afghanistan sekaligus pemimpin partai Hezb-e-Islami, Gulbuddin Hekmatyar, siap beraliansi dengan Taliban. Menurutnya, aliansi Hezb-e-Islami dan Taliban dapat menyelesaikan krisis Afghanistan.
“Hezb-e-Islami siap untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Taliban. Kami percaya, jika kedua kelompok ini bergandengan tangan, krisis Afghanistan akan segera berakhir. Tidak ada kekuatan yang melawannya,” kata Hekmatyar, Sabtu (19/9).
“Ketika pembicaraan tahap pertama antara Kabul dan Taliban selesai, Hezb-e-Islami sudah bersiap untuk melakukan pembicaraan dengan Taliban. Sekarang, keputusan ada di tangan Taliban,” imbuhnya sebagaimana dilansir Anadolu.
Bagi Hekmatyar, pemerintah Afghanistan lemah dan terpecah belah. Sementara Taliban dan Hezb-e-Islami memilki kepercayaan, nilai dan ideologi yang sama. Ia menambahkan Amerika Serikat menyadari bahwa kehadiran mereka di Afghanistan tidak menimbulkan apa-apa selain kerugian finansial dan jatuhnya banyak korban jiwa.
“Mereka (Amerika Serikat) ingin kesepakatan dengan Taliban segera terlaksana dan tanpa penundaan. Mereka juga sudah memberitahu pemerintah Kabul bahwa kesepakatan tersebut perlu terlaksana,” jelas Hekmatyar.
Hekmatyar juga menyampaikan pandangannya tentang peran negara-negara di kawasan terkait dengan kondisi Afghanistan. Menurutnya, India tidak menyukai kesepakatan damai Aghanistan. India justru menuduh milisi lokal Afghanistan sebagai perusak.
“Cina dan Pakistan memiliki posisi yang sama dan terkoordinasi di Afghanistan. Mereka tidak hanya mendukung proses perdamaian tetapi juga melihat manfaat dari kepentingan regional mereka,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]






















