Banten, Gontornews — Pondok Pesantren Modern Darel Azhar, Rangkasbitung, Lebak, Banten, sukses menggelar prosesi Wisuda Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) ke-27 dan Sarjana Strata Satu (S1) Sekolah Tinggi Agama Islam Darel Azhar (STAIDAZ) ke-7. Kepada Gontornews.com, Ustadz Angga Aditya, Sekretaris Pimpinan menginformasikan bahwa acara tersebut diadakan pada Ahad (17/5/2026) dan turut mengundang Wakil Bupati Lebak Ir H Amir Hamzah MSi.
Bertempat di Auditorium Ponpes Modern Darel Azhar, pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya, Ir Amir menyampaikan tiga hal utama yang harus terus diasah oleh para wisudawan agar mampu membawa kemajuan di masa depan, yaitu memiliki integritas dan kejujuran, menjaga disiplin, serta fokus pada tujuan. Tiga prinsip ini sejatinya bukan hanya nilai modern, tetapi juga merupakan ajaran fundamental dalam Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadis.
Makna Integritas
Integritas adalah kesatuan antara ucapan, hati, dan tindakan. Orang yang berintegritas akan tetap jujur meskipun tidak ada yang melihat. Dalam Islam, integritas identik dengan sifat amanah dan shiddiq. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.” QS. At-Taubah: 119. Ayat ini menunjukkan bahwa kejujuran bukan sekadar etika sosial, tetapi jalan menuju ketakwaan.
Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan membawa ke surga.” HR. Bukhari dan Muslim. Kejujuran melahirkan kepercayaan, dan kepercayaan adalah modal terbesar dalam kepemimpinan, pendidikan, bisnis, maupun dakwah.
Krisis Integritas di Zaman Modern
Banyak orang cerdas dan pintar gagal karena kehilangan integritas. Jabatan runtuh, persahabatan hancur, bahkan bangsa menjadi lemah ketika kejujuran ditinggalkan.
Pesantren memiliki tanggung jawab besar melahirkan alumni yang bukan hanya pintar berbicara, tetapi juga bersih hati dan perilakunya. Alumni pesantren harus menjadi manusia yang dapat dipercaya, tidak manipulatif, tidak korup, dan mampu menjaga amanah umat.
Disiplin Sebagai Jalan Keberhasilan
Disiplin dalam Perspektif Islam.
Islam adalah agama disiplin. Shalat memiliki waktu. Puasa memiliki aturan. Haji memiliki manasik. Semua mengajarkan keteraturan hidup. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang kokoh.” QS. Ash-Shaff: 4. Ayat ini menegaskan pentingnya keteraturan dan kedisiplinan dalam membangun kekuatan umat.
Rasulullah SAW bersabda, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.” HR. Bukhari. Orang disiplin menghargai waktu. Sedangkan orang yang meremehkan waktu sejatinya sedang menyia-nyiakan hidupnya.
Pesantren dan Pendidikan Disiplin
Pesantren sejatinya adalah kawah candradimuka kedisiplinan, dimana bangun sebelum subuh, belajar teratur, hidup sederhana, menghormati aturan, dan melatih tanggung jawab. Semua itu adalah bekal penting menghadapi kehidupan nyata. Banyak tokoh besar lahir bukan karena paling jenius, tetapi karena paling disiplin dan istiqamah.
Fokus dalam Meraih Cita-cita
Pentingnya Fokus.
Salah satu penyakit generasi modern adalah mudah terdistraksi. Sedikit-sedikit berpindah tujuan, mudah terpengaruh media sosial, dan cepat kehilangan arah. Padahal keberhasilan membutuhkan fokus dan ketekunan. Allah SWT berfirman, “Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” QS. Al-Insyirah: 7-8. Ayat ini mengajarkan kesinambungan perjuangan dan konsentrasi dalam bekerja.
Rasulullah SAW bersabda, “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.” HR. Bukhari dan Muslim. Keberhasilan besar lahir dari langkah kecil yang dilakukan terus-menerus dengan fokus dan istiqamah.
Fokus dan Ketahanan Mental.
Orang fokus tidak mudah goyah oleh ejekan, kegagalan, ataupun godaan dunia. Ia tahu tujuan hidupnya. Alumni pesantren harus fokus pada pengabdian, dakwah, pendidikan, dan pembangunan umat. Jangan sampai ilmu hanya menjadi pajangan, tetapi tidak melahirkan manfaat.
Peran Alumni Pesantren di Masa Depan
Alumni pesantren memiliki tanggung jawab moral dan spiritual yang besar. Mereka bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa nama baik almamater, guru, dan agama.
Karena itu alumni harusmenjadi teladan akhlak, membawa solusi di masyarakat, menjaga ukhuwah, serta menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Barang siapa ingin dunia maka dengan ilmu. Barang siapa ingin akhirat maka dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya maka juga dengan ilmu.” Namun ilmu tanpa integritas akan melahirkan kerusakan. Ilmu tanpa disiplin akan menjadi sia-sia dan ilmu tanpa fokus akan kehilangan arah.
Di balik pesan indah sang Wakil Bupati Lebak, maka Dr KH Ikhwan Hadiyyin MM, Pimpinan PPM Darel Azhar menjelaskan bahwa pesan ini sesungguhnya merupakan nasihat kehidupan yang sangat mendalam. Integritas, disiplin, dan fokus bukan hanya kunci kesuksesan duniawi, tetapi juga bagian dari ajaran Islam yang luhur.
Alumni Darel Azhar diharapkan mampu menjadi generasi yang jujur dalam amanah, disiplin dalam perjuangan, dan fokus dalam pengabdian. “Semoga para wisudawan mampu menjadi cahaya umat, pemimpin masa depan, dan insan yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan,” tutup sang kiai. Sebab dalam Hadis Riwayat Ahmad disebutkan, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” [Edithya Miranti]























