Tangerang Selatan, Gontornews — Santri profesional alumni Pondok Modern Gontor menjadi pembahas inti dalam acara Diskusi Publik yang mengangkat tema “Refleksi Kebijakan dan Kelembagaan Anti Korupsi Pemkot Tangsel”.
Acara yang diselenggarakan oleh Forum Bersama Tangsel (FORBEST) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi. Berlangsung di Aula Rumah Makan Kambing Muda H Paijo Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Ahad (9/12).
Hadir sebagai pembicara kunci Rahmat Salam selaku Asisten Daerah 1 Kota Tangerang Selatan menggantikan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Diskusi publik ini dipimpin oleh moderator Ketua FORBEST Arif Wahyudi.
Djindar Rohani sebagai praktisi kepatuhan ditunjuk sebagai tim yang menanggapi pembicara. Djindar memberikan pertanyaan yang sekaligus juga sebagai masukan.
“Pemerintah harus menyiapkan beberapa akses sebagai saluran pengaduan masyarakat, akses pengaduan langsung dan akses pengaduan online dengan berbagai fasilitas media online yang ada.”
Tujuan dari penyediaan fasilitas ini supaya memudahkan masyarakat untuk memberantas korupsi dan mempersempit kemungkinan itu. “Makin mudah masyarakat bisa menyampaikan aduan, makin efektif pula sistem pengaduan masyarakat ini,” paparnya.
Selanjutnya Djindar menambahkan, tidak cukup dengan sebatas proses pengaduan. Pemerintah harus menyiapkan alat ukur yang bisa menganalisis efektivitas laporan aduan yang masuk. Seberapa banyak pengaduan yang masuk, dan seberapa validnya laporan tersebut.
Tidak hanya sampai di situ, pemerintah juga harus mengatur bagaimana cara pembuktiannya dan yang terpenting adalah tindakan apa yang akan dilakukan pemerintah sebagai sanksi bagi para pelaku.
Di akhir sesi, Djindar menambahkan, diskusi yang juga membahas tentang Pembangunan Budaya Integritas, maka yang menjadi hal terpenting adalah bagaimana pelaksanaannya untuk mengaplikasikan budaya integritas dalam lingkungan kantor Pemkot dan masyarakat Tangsel. Berhasil tidaknya pembangunan budaya integritas sangat dipengaruhi oleh ‘Tone from the Top’, komitmen dari pimpinan tertinggi dan bagaimana pesan tersebut disampaikan ke seluruh perangkat Pemkot Tangsel.
Penyampaiannya pun bisa memanfaatkan beberapa media, seperti banner dan poster yang ditempatkan di lokasi-lokasi yang banyak dilihat oleh karyawan Pamkot maupun masyarakat umum. Jadi jangan sampai pesan intgritas ini hanya sampai ke jajaran pimpinan Pemkot.
Di akhir acara semua peserta yang hadir juga pembicara mempunya tujuan yang sama yaitu untuk mewujudkan Tangsel semakin baik dalam menerapkan antikorupsi. [Al Hafidh]






















