Berbagai cara dilakukan banyak orang demi mendapatkan berat badan ideal, termasuk dengan diet. Namun ada hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang berencana untuk diet, sebab rupanya diet dapat memicu osteoporosis.
Dikutip laman Antaranews, Pengurus Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dr. Ade Tobing, Sp.KO menjelaskan, osteoporosis atau pengeroposan tulang, pada umumnya menyerang kaum hawa usia antara 50-80 tahun.
Namun, ia mengaku banyak menangani kasus osteoporosis pada usia remaja. Alasannya, banyak diantara mereka yang menginginkan tubuh yang kurus namun tidak memperhatikan asupan untuk tubuh mereka.
Upaya menguruskan badan tersebut dilakukan hingga berbulan-bulan bahkan hingga berminggu-minggu, dan hormon estrogen menurun hingga hampir nol. Tanpa disadari hal itu telah mengakibatkan terjadinya osteoporosis.
“Saya pernah menangani dua kasus remaja yang usia 18 tahun dan 21 tahun,” ungkap dr. Ade saat ditemui usai acara “Hidup Aktif Cegah Osteoporosis Mulai dari Saya” di Jakarta, Jumat (19/10).
Menurutnya, untuk mengetahui seseorang mengalami osteoporosis dapat dilihat daro siklus haidnya. Jika haid itu terjadi secara tidak rutin atau sama sekali tidak haid, maka kemungkinan bisa mengarah pada osteoporosis.
“Jika mesti dilakukan pemberian hormon estrogen ke dalam tubuh untuk kembali membantu memadatkan tulang mereka,” tegasnya.[Devi Lusianawati]


















